SIBERKALIMANTAN.COM, - Beredar foto di media sosial yang diduga menunjukkan hasil laporan palsu soal tindak lanjut kasus parkir liar dalam aplikasi resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, bernama JAKI (Jakarta Terkini).
Terlihat dalam unggahan akun Threads @seinsh, pada Minggu, 5 April 2026, pemilik akun tersebut mengutarakan kekecewaannya terkait penanganan parkir liar di wilayah Jakarta yang tidak kunjung selesai.
Warga tersebut mengaku sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari menegur pelaku secara langsung hingga melapor ke tingkat kelurahan, namun tidak membuahkan hasil.
Kemudian, warga DKI itu mencoba melaporkan permasalahan tersebut melalui aplikasi JAKI sebagai aplikasi resmi Pemprov DKI Jakarta.
Alih-alih mendapatkan penertiban yang nyata, ia justru mengaku mendapatkan balasan bukti "tindak lanjut" yang diduga kuat merupakan laporan palsu hasil manipulasi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).
Terlihat dalam laporan tersebut, semula seorang pria berdiri dengan deretan mobil yang diduga terparkir liar di lokasi.
Kemudian terdapat foto lain yang memperlihatkan kondisi di sekitar pria tersebut yang tampak sudah dalam kondisi rapi tanpa kendaraan mobil.
Lantas, bagaimana penuturan warga Jakarta yang membagikan dugaan hasil laporan palsu di aplikasi JAKI tersebut? Begini ceritanya.
Laporan JAKI Dipertanyakan Warga
Pada postingan tersebut, warga DKI itu sempat bertanya kepada Yustinus Prastowo yang merupakan koordinator staf khusus gubernur DKI Jakarta.
Warga DKI Jakarta itu lantas mempertanyakan ihwal prosedur yang benar jika jalur resmi justru memberikan hasil yang manipulatif kepada warga.
"Pak izin bertanya, mengurus masalah parkir liar di jalan kelurahan itu gimana ya? Warga protes langsung ke pelaku tidak berhasil," tulis pemilik akun.
"Sudah lapor ke tingkat kelurahan tidak selesai dan coba lapor lewat jaki malah dikasih bukti palsu hasil edit AI (terlampir). Ada prosedur lain ngga ya?" tambahnya.