SIBERKALIMANTAN.COM - Di tengah hiruk-pikuk kota yang tidak pernah benar-benar tidur, ada satu tempat kecil yang seolah berjalan dengan Waktu yang berbeda. Namanya Athena Kopitiam. Bukan kafe modern dengan lampu neon mencolok atau musik keras yang memaksa orang berbicara lebih kencang. Athena Kopitiam justru terasa seperti jeda, seperti halaman kosong di tengah buku yang terlalu penuh.
Letaknya tidak terlalu mencolok. Dari luar, ia hanya tampak seperti bangunan sederhana dengan papan nama yang mulai pudar dimakan matahari. Namun Justru di situlah daya tariknya. Athena Kopitiam tidak berusaha menarik perhatian. Ia hanya ada, dan menunggu siapa saja yang ingin berhenti sejenak dari kecepatan kota.
Begitu masuk, aroma kopi hitam langsung menyambut. Bukan aroma kopi yang rumit dengan istilah-istilah asing. Ini aroma kopi yang sederhana yang mengingatkan pada hari, percakapan lama, dan Waktu yan terburu-buru.
Meja-meja kayu di Athea Kopitiam tampak seperti sudah menyimpan banyak cerita. Ada yang dating untuk bekerja, membuka laptop dan tenggelam alam dunia mereka sendiri. Ada yang dating hanya duduk memegang cangkir kopi, sembari menatap jalanan yang sibuk lewat jendela.
Kadang dua orang bertemu di sana dan berbicara tentang masa depan. Kadang seseorang dating sendirian, mencoba berdamai dengan masa lalu.
Yang menarik dari Athena Kopitiam bukan hanya kopinya. Melainkan suasana yang diciptakannya tanpa sengaja. Lampu kuning yang redup dan suara sendok yang menyentuh gelas. Dan percakapan pelan yang seperti tidak ingin menggangu jetenangan ruangan.
Di kota yang sering kali terlalu cepat, Athena Kopitiam seperti mengingatkan kita bahwa tidak semua hal harus kita kejar. Ada hal-hal yang cukuk dinikmati perlahan.
Secangkir kopi, satu meja kosong, dan Waktu yang akhirnya mau duduk Bersama kita.
Mungking itu sebabnya orang-orang Kembali lagi ke Athena Kopitiam. Bukan karena tempatnya yang mewah, bukan juga karena kopinya yang paling mahal.
Tetapi karena disana, Untuk beberapa menit atau jam, hidup terasa lebih sederhana. Sedikit lebih tenang dan sedikit lebih manusia.
Artikel Terkait
Densus 88 Apresiasi Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Gelar "Refleksi Kebangsaan Ramadhan" Guna Tangkal Radikalisme
DPD BKPRMI Kubu Raya Berbagi Santunan Anak Yatim dan Dhuafa di Tiga Kecamatan
IMM Pontianak Gelar Semarak Ramadan, Tebar Kepedulian Lewat Baksos dan Sahur on The Road
Safari Kamtibmas Ramadan di Masjid Raya Mujahidin, Ustadz Das’ad Latif Ajak Masyarakat Jaga Persatuan
BUPATI SUJIWO DORONG PENINGKATAN PELAYANAN AIR BERSIH PERUMDA TIRTA RAYA
Diserbu Warga, 1.200 Paket Sembako Pasar Murah Ramadhan PLN Kalbar Ludes dalam Tiga Jam
Pasang Baru Listrik Kini Semakin Mudah Lewat PLN Mobile
Donasi Pegawai PLN Lewat Light Up The Dream Hadirkan Listrik Gratis bagi Warga di Sintang
Silaturahmi Ramadan, MW KAHMI Kalbar dan MD KAHMI Kubu Raya Gelar Buka Puasa Bersama di Kediaman Wakil Bupati Kubu Raya
Bupati Kubu Raya Kukuhkan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Tingkat Kabupaten