SIBERKALIMANTAN.COM, - Linimasa media sosial sedang ramai menyoroti proyek pembangunan infrastruktur jembatan di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur yang dilaporkan sebagai proyek mangkrak.
Dalam unggahan video yang dibagikan akun TikTok @andreanglerliar, seorang warga mengeluhkan hingga kini dirinya masih menyeberangi sungai menggunakan perahu kayu untuk beraktivitas sehari-hari.
Terkini, warga Lampung Timur sekaligus perekam video dalam unggahan itu mengutarakan sindiran keras kepada oknum pejabat daerah setempat atas proyek jembatan tersebut.
"Kemarin pada ke mana ya? Sekarang bingung mengukur berapa meter, sampai ramai ini tanggul," ujarnya.
"Mereka ke mana setelah saya membuat video yang viral dan bendera setengah tiang ini?" sambung warga Lampung Timur itu.
Dugaan Proyek Jembatan Senilai Rp18 Miliar
Usut punya usut, proyek jembatan di Desa Kali Pasir ini sebelumnya sempat dilakukan secara bertahap pada tahun 2020-2022, dan disinyalir menelan biaya sekitar Rp18 miliar.
"Desa Kali Pasir berdiri tahun 1960 tapi hingga 2026, infrastruktur belum kami rasakan," ungkap akun TikTok @andreanglerliar, dalam postingan lainnya, pada Minggu, 1 Februari 2026.
Terlihat dalam cuplikan videonya, warga setempat memasang Bendera Merah Putih setengah tiang di pinggiran sungai sebagai bentuk protes.
Terlebih, hal itu lantaran pembangunan jembatan penghubung yang melintasi sungai di desa mereka hingga kini tak kunjung terealisasi.
Lewati Sungai Pakai Perahu Kayu
Pada berbagai postingan lainnya, terlihat pula kondisi sehari-hari yang dialami warga Kali Pasir, Lampung Timur.
Dari sejumlah video, tampak warga dan pelajar menaiki perahu kayu untuk menyeberangi sungai.
Hal itu, termasuk kendaraaan sepeda motor mereka juga diangkut menggunakan perahu tersebut.
Di sisi lain, sebagian warga lainnya tampak harus menunggu di pinggiran sungai untuk mengantri angkutan perahu selanjutnya.