SIBERKALIMANTAN.COM, Peneliti sekaligus akvis Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal dengan dokter Tifa mengungkapkan proses penyelidikan terhadap dirinya setelah ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus ijazah Joko Widodo (Jokowi).
Dalam siaran podcast yang diunggah di kanal YouTube Bambang Widjojanto pada Rabu, 26 November 2025, dokter Tifa menyebut ada upaya untuk membuat dirinya seolah-olah dirinya tidak berkompeten sebagai peneliti.
Kata dokter Tifa, hal itu ia sadari ketika proses pemeriksaan yang dilakukan penyidik beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Ditetapkan Sebagai Salah Satu Tersangka, Dokter Tifa Ungkap Proses Pemeriksaan Terkait Ijazah Jokowi
“Dari pemeriksaan tiga kali sebelumnya, itu ada barang bukti sekitar 87 video, postingan, dan ini mengerucut jadi 39 dan yang ada kaitannya dengan saya itu ada 7,” ujar dokter Tifa.
“Tujuh ini yang saya periksa sekalian menyimak pertanyaan pemeriksa, saya analisis dan penelitian dengan cepat ini tiba-tiba,” imbuhnya.
Dokter Tifa Sebut Ada Upaya Membuatnya Tidak Kompeten
Dalam pemeriksaan tersebut, dokter Tifa menyoroti dua hal, yakni upaya agar dirinya seperti tidak punya kompetensi dan turut menyebarkan kebencian.
“Saya mengejar kompetensi saya, hingga kapasitas saya sebagai peneliti,” ungkap dokter Tifa.
“Jadi, saya diarahkan bahwa saya tidak kompeten untuk meneliti wajah Pak Joko Widodo, saya tidak punya kompetensi untuk melakukan analisis secara neuroscience behavior, saya hanya dokter biasa,” terangnya.
Baca Juga: Pemindahan ASN ke IKN Dimulai 2025: 1.700-4.100 Pegawai Masuk Tahap Pertama
Menurutnya, apa yang ia lakukan dalam kasus ijazah Jokowi adalah pekerjaan dasar yang dilakukan seorang dokter.
“Saya menggunakan 3 ilmu dasar seorang dokter yaitu ilmu anatomi, ilmu fisiologi, dan ilmu perilaku. Dokter tidak bisa menjadi dokter kalau tidak menguasai bidang itu,” lanjutnya.
Ia juga berasumsi jika dirinya mendapat label tidak kompeten, maka sama saja ia telah melakukan kebencian terhadap Jokowi.
Baca Juga: RI Tambah Wakil Dubes di Beijing: Boy Thohir Nilai Langkah Ini Bisa Genjot Investasi dan Perdagangan