SIBERKALIMANTAN.COM, - Detik-detik banjir bandang Sumatera yang menghantam rumah pada akhir November 2025 masih terekam jelas di ingatan para penyintas.
Banjir bandang dan tanah longsor memberikan dampak kerusakan pada 3 provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Mengingat lagi momen di awal pascabanjir, bantuan sulit disalurkan karena banyak akses jalan yang terputus.
Bantuan dari relawan dan pemerintah menjadi sumber kekuatan utama para warga yang terdampak.
Momen mengerikan saat mencoba untuk menyelamatkan diri diceritakan kembali oleh seorang anak dari Desa Sukajadi, Aceh Tamiang yang merupakan salah satu wilayah terparah terdampak banjir.
Air Datang dengan Cepat di Waktu Subuh
Banjir mulai masuk ke pemukiman warga Desa Sukajadi, Aceh Tamiang saat penduduk menyelesaikan salat Subuh.
“Kejadiannya itu Subuh, sekitar habis jam-jam salat Subuh. Waktu itu saya lagi salat dan tiba-tiba kok kayak ada guncangan gitu sekitar jam 5 (pagi),” ucap seorang bocah penyintas banjir Desa Sukajadi, Aceh Tamiang, dikutip dari unggahan Instagram @fahriibrochim pada Minggu, 4 Januari 2026.
“Kami tengok keluar, air udah mulai masuk begitu kami buka pintu,” lanjutnya.
Ia dan keluarganya lantas bergegas ke rumah saudara yang berdekatan untuk mengevakuasi sang nenek.
Tak Sempat Selamatkan Barang
Menurutnya, keluarganya akan mengevakuasi nenek lebih dulu dan dilanjutkan dengan barang-barang yang bisa diselamatkan.
“Rupanya, air semakin tinggi. Tidak sempat selamatkan semua barang-barangnya, jadinya cuma barang tersisa aja yang bisa kita selamatkan,” lanjutnya.
Kekurangan bahan makanan dalam kondisi kelaparan membuat sebagian warga mengambil makanan ke minimarket.
“Orang kelaparan kebanyakan, makanya waktu itu belum ada makanan, terpaksa menerobos Indomaret,” tambahnya.