nasional

Mau Bahagia tanpa Tuntutan Orang, Coba Baca Edisi Buku ini!

Senin, 28 November 2022 | 16:15 WIB
Penerbit Gradien Mediatama Edisi Cetakan ketiga, Agustus 2022 (Tangkapan layar Instagram Gradienmediatama)

SIBERKALIMANTAN.COM -- Tuntutan hidup dari orang lain pasti sudah sangat capek didengar. Dituntut harus ngelakuin ini itu dan terus-menerus dengar komentar orang lain tentang hidup, terutama kaum muda yang masih mencari jati diri.

Jadi, buku ini sangat sangat cocok untuk dibaca yang sekiranya sedang menemukan kesulitan dalam menjalani hidup sebagai seorang mahasiswa, mengejar karir, dan sebagainya.

Isinya buku berupa esai pendek tentang pengalaman dan keresahan penulis dalam menjalani hidup. Buku ini berhasil menangkap segala kegelisahan yang dirasakan para pembacanya, kemudian memberikan pesan ketenangan dengan hadir sebagai teman yang memiliki perjuangan yang sama dengan para pembaca.

Beberapa judul bab dalam buku yang sering kita dengar diantaranya ialah Punya rumah sebelum usia tiga puluh tahun apakah harus? Meskipun belum bisa pun tidak menjadi masalah, karena setiap manusia pasti punya kepentingan dan pertimbangan di hidupnya.

Baca Juga: Simpati dan Peduli Korban Gempa Bumi, Koramil 1022-04/Satui Bersama Relawan Galang Dana Bantuan

Apakah jadi dewasa artinya tidak boleh mengeluh? That’s wrong. Sebenarnya salah apa sih manusia sekarang sampai kesempatan mengeluh saja direbut? Padahal menjadi dewasa itu enggak dilihat dari jarang mengeluh atau sering mengeluh.

Traveling juga sebagai self reward tersendiri, kalau bahagia kan tidak ada salahnya untuk ‘membuang-buang uang’. Ada juga yang bilang, kalau mau sukses jadi PNS saja, hidup dijamin aman sampai tua dan pensiun nanti. Ada yang bilang juga, kalau mau sukses lebih baik jadi pengusaha.

Pastinya dengan memiliki penghasilan yang sangat besar, dengan banyak waktu luang. Namun, itu semua adalah arti kesuksesan berdasarkan kacamata orang lain. Apakah standar kesuksesan sama bagi setiap orang? Ketika seseorang gagal untuk melanjutkan studi di universitas impiannya, Universitas Negeri. Bukan hanya gagal di percobaan pertama, tapi gagal dua kali setelah berusaha.

Pada akhirnya, hidup harus terus berjalan. Masuk ke perguruan tinggi swasta belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh. Setelah mulai menekuninya, ternyata ada jalan lain yang memiliki peluang lebih baik dan menjanjikan.

Baca Juga: WhatApp Resiko Tinggi di Bobol, Nomor Kamu Termasuk?

Karena, tidak akan ada yang tahu mengenai kesuksesan datang dari mana. Mungkin kesuksesan akan datang dari bidang yang diambil ketika kuliah, mungkin juga datang dari bidang yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kuliahmu.

Oleh karena itu, harus selalu bersyukur atas segala yang sudah dijalani dengan kepercayaan bahwa ini adalah jalan yang telah ditetapkan, dan menekuninya. Masih banyak lagi di buku ini tentang segala pandangan-pandangan yang penulis tepis.

Buku ini mengingatkan bahwa apapun yang jadi pilihan dalam hidup, entah itu karir, keluarga, pasangan, gaya berpakaian, juga tentang bagaimana seharusnya mencintai diri sendiri, segala hal yang diinginkan dan diimpikan bisa diraih dengan usaha dan semangat tanpa harus terhambat dengan bisikan-bisikan di luar sana yang bilang bahwa mimpinya terlalu tinggi, terlalu susah untuk digapai, dan lain sebagainya.

Bereaksi dengan segala hal yang diperjuangkan tanpa takut suaramu di mata orang lain misalnya dibilang sampah atau omongan semata, dan lain sebagainya. Mempunyai mimpi dan bisa diungkapkan merupakan hal yang sangat baik.

Halaman:

Tags

Terkini