SIBERKALIMANTAN.COM - Memilih tempat kuliah hari ini bukan lagi sekedar mencari gelar. Calon pelajar dan orang tua tentu menginginkan kampus yang jelas didatangi, relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta benar-benar mampu menyiapkan masa depan.
Pendidikan tinggi yang diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan dengan nilai akademik, tetapi juga keterampilan, pengalaman, dan kesiapan menghadapi tantangan nyata. Hal tersebut terus dibuktikan oleh Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Pontianak (FEB UM Pontianak)
Sejak awal berdiri, Prodi Bisnis Digital hadir dengan satu semangat kuat, “Melaju Tanpa Batas” yang merupakan jargon FEB UM Pontianak. Sebuah komitmen untuk membimbing pelajar bergerak lebih cepat, lebih siap, dan lebih unggul dalam menghadapi era digital. Komitmen tersebut kini terlihat nyata melalui prestasi mahasiswa angkatan perdananya yang mampu menyelesaikan studi tepat waktu dalam 3,5 tahun dengan IPK 3,93, sekaligus membangun usaha yang benar-benar berjalan.
Baca Juga: Dump Truk Tabrakan dengan Truk Tangki CPO di Trans Kalimantan, Sopir Meninggal Dunia
Mahasiswa tersebut adalah Fathia Alya Supandih, lulusan pertama Prodi Bisnis Digital yang menyelesaikan tugas akhir melalui skema proyek usaha riil. Berbeda dari skripsi konvensional, Alya memilih jalur Proyek Usaha, yaitu membangun dan mengelola bisnis nyata sebagai bentuk implementasi kompetensi bisnis digital yang dipelajari selama perkuliahan.
Usaha yang ia rintis bernama “Dapur Alifa”, sebuah bisnis kuliner yang mulai dikembangkan sejak masa kuliah. Melalui dukungan hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemdiktisaintek tahun 2023 sebesar Rp17.380.000, dana tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan peralatan produksi, pengembangan produk, penguatan merek, pengemasan, hingga strategi pemasaran digital. Seluruh proses dijalankan secara profesional dengan pendekatan manajemen modern dan pemanfaatan media sosial.
Proses bisnis tersebut tidak hanya menjadi pengalaman praktik, tetapi juga terdokumentasi dalam laporan akademik komprehensif yang mencakup studi kelayakan usaha, model bisnis, operasional, keuangan, hingga evaluasi kinerja.
Dengan demikian, tugas akhir Alya bukan sekedar melaporkan, melainkan bukti nyata usaha yang berjalan dan menghasilkan pendapatan. Di bawah bimbingan Dr. Dedi Hariyanto, SE, MM dan Arninda, S.Kom., MM, Alya berhasil mengembangkan usahanya sekaligus menorehkan berbagai prestasi, mulai dari perolehan HKI, penghargaan kewirausahaan tingkat nasional, program pertukaran mahasiswa, publikasi ilmiah, hingga partisipasi dalam kompetisi bisnis internasional di Singapura dan Malaysia. Capaian tersebut menunjukkan kuatnya integrasi antara teori, praktik, dan pengalaman profesional selama masa studi.
Baca Juga: Personel Satlantas Polres Kubu Raya Diserbu Keceriaan Siswa TK di Sungai Ambawang
Pendekatan pembelajaran seperti inilah yang menjadi ciri khas Prodi Bisnis Digital FEB UM Pontianak. Perkuliahan dirancang berbasis praktik, proyek, dan kewirausahaan digital, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung.
Setiap semester mahasiswa mengerjakan proyek nyata, membangun portofolio, serta berlatih menghadapi dinamika dunia usaha sejak dini.
Lingkungan belajar yang terarah membuat siswa mampu menyelesaikan belajar secara efektif dan tepat waktu. Lebih dari itu, mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, adaptif terhadap perubahan teknologi, serta memiliki kemampuan menciptakan peluang dan nilai ekonomi dari ide-ide kreatifnya sendiri.