daerah

Kepala BGTK Baru Dorong Evaluasi Kinerja Guru dan Sekolah di Ketapang

Rabu, 12 November 2025 | 18:34 WIB
Foto bersama kegiatan (samsul)

siberkalimantan.com, Ketapang — Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah melalui Program KREASI Kabupaten Ketapang kembali menggelar pelatihan bertajuk “Evaluasi Kinerja Sekolah dan Guru dengan Fokus pada Praktik Pengajaran, Kurikulum, dan Penilaian Berbasis Kelas”. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Fave Ketapang pada 10–11 November 2025 dan diikuti oleh 31 peserta yang terdiri dari guru serta pengawas sekolah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ketapang.

Pelatihan ini menjadi momentum istimewa karena turut dihadiri oleh Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Kalimantan Barat yang baru, Eka Khristiyanto Purnama, yang baru dua bulan menjabat. Dalam sambutannya, Eka menegaskan bahwa evaluasi kinerja bukan sekadar penilaian, melainkan sarana untuk memperbaiki mutu pendidikan secara berkelanjutan.“Jangan takut pada rapor merah, karena di situlah kita belajar memperbaiki diri. Evaluasi adalah langkah korektif yang mendorong peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah,” ungkap Eka Khristiyanto Purnama.

Eka juga menegaskan pentingnya filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara — Ing Ngarso Sung Tulada, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani — sebagai dasar kepemimpinan dalam dunia pendidikan. Ia mengajak para pengawas dan guru untuk menjadi teladan, menumbuhkan semangat, serta memberi dorongan dalam pengembangan profesionalisme.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pendalaman materi tentang kebijakan pengelolaan kinerja guru, instrumen evaluasi, penilaian berbasis kelas, serta simulasi coaching supervisi akademik. Narasumber dari BGTK Kalimantan Barat, Lies Indrawati, menekankan pentingnya refleksi dan tindak lanjut agar pembelajaran tidak berhenti pada teori semata.“Guru dan kepala sekolah adalah aktor utama pengelolaan kinerja. Dengan refleksi dan langkah nyata, mutu pembelajaran akan terus meningkat,” ujar Lies Indrawati.

Pelatihan ini juga mengintegrasikan aspek literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menganalisis mata pelajaran dan menyusun praktik penilaian autentik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) yang didanai oleh GPE dan Muhammadiyah. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas guru dan kepala sekolah di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Dari hasil pelatihan, direkomendasikan agar ke depan keterlibatan pengawas dari berbagai daerah diperluas demi pemerataan pengetahuan dan peningkatan mutu pendidikan di seluruh wilayah.

Tags

Terkini