SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Universitas Tanjungpura (Untan). Salah satu tokoh akademisi terbaiknya, Prof Dr H Tamrin Usman, DEA, meninggal dunia pada Selasa 14 April 2026 dini hari, di usia 64 tahun setelah menjalani perawatan akibat sakit.
Mantan Rektor Untan selama dua periode itu mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Komplek Paris Royal Residence, Pontianak. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi civitas akademika Untan, tetapi juga masyarakat Kalimantan Barat secara luas.
Prof Tamrin dikenal sebagai guru besar Kimia Agroindustri di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Untan. Sepanjang hidupnya.
Baca Juga: Musorkab KONI Kubu Raya 2026 Sukses Digelar, Zulkarnaen Terpilih sebagai Ketua Baru
ia mendedikasikan diri di dunia pendidikan dan penelitian, dengan fokus keilmuan pada kimia agroindustri, energi terbarukan, pengembangan biodiesel dari minyak nabati, hingga kimia bahan alam.
Dalam perjalanan akademiknya, ia aktif mengembangkan riset berbasis potensi lokal Kalimantan Barat. Kelapa sawit dan berbagai tanaman daerah menjadi objek penelitian yang diolah menjadi energi alternatif dan produk kimia terapan yang bernilai tinggi.
Puluhan karya ilmiah telah dihasilkannya dan dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional. Penelitiannya banyak menyoroti sintesis serta karakterisasi senyawa kimia, inovasi biodiesel, dan pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan.
Tak hanya itu, Prof Tamrin juga terlibat dalam berbagai program hibah penelitian dari Kementerian Riset dan Teknologi serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Ia juga menjalin kolaborasi riset dengan sejumlah institusi luar negeri, memperluas jejaring akademik sekaligus mengangkat nama daerah di kancah internasional.
Baca Juga: Seleksi Paskibraka Kubu Raya 2026 Dimulai, 185 Peserta Berebut Kuota Duta Pancasila
Dalam bidang kebijakan, almarhum turut berperan aktif mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Kalimantan Barat. Ia dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan penguatan sumber daya manusia serta hilirisasi hasil riset kampus agar berdampak langsung bagi masyarakat.
Lahir pada 10 November 1962, Prof Tamrin mengawali pendidikan di SMAN 2 Pontianak sebelum melanjutkan studi Sarjana Kimia di Universitas Gadjah Mada.
Ia kemudian menempuh pendidikan magister (DEA) dan doktor di ENSCT-INP Toulouse, Prancis, dalam bidang Kimia Agroindustri.
Sepanjang hidupnya, Prof Tamrin dikenal sebagai pribadi sederhana, berintegritas, dan memiliki wawasan luas. Dedikasinya dalam dunia pendidikan dan penelitian menjadikannya panutan bagi mahasiswa dan rekan sejawat.
Baca Juga: Jaga Integritas Institusi, Polres Kubu Raya Pastikan Personel Lantas Patuh Aturan Berkendara
Kepergian Prof Tamrin menjadi kehilangan besar bagi dunia akademik. Namun, warisan keilmuan, semangat pengabdian, serta kontribusinya bagi pembangunan Kalimantan Barat diyakini akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang.
Artikel Terkait
Bupati, Wakil Bupati, Sekda hingga ASN Kubu Raya Olahraga Bersama di Halaman Kantor Bupati
Kuasa Hukum Ketua Bawaslu Pontianak Gugat Status Tersangka, Soroti Dugaan Abuse of Power Kejari
Hari Kedua Pencarian Kakek Hilang di Sungai Cina Melawi, Tim SAR Sisir Hingga 5 Kilometer
Rakernas Muaythai Indonesia Berlangsung Sukses, Dukungan Menguat untuk Kepemimpinan LaNyalla
Kapolresta Pontianak Tekankan Peran Pemuda dalam Jaga Stabilitas Keamanan
Perkuat Penanganan TPPO, Pemkot Pontianak Gelar Sosialisasi dan Peningkatan Kapasitas Lembaga Perlindungan Perempuan
DHD 45 Kalbar Gelar Halal Bihalal, Edi Rusdi Kamtono Wacanakan Pembangunan Museum Perjuangan
Jaga Integritas Institusi, Polres Kubu Raya Pastikan Personel Lantas Patuh Aturan Berkendara
Seleksi Paskibraka Kubu Raya 2026 Dimulai, 185 Peserta Berebut Kuota Duta Pancasila
Musorkab KONI Kubu Raya 2026 Sukses Digelar, Zulkarnaen Terpilih sebagai Ketua Baru