daerah

Pemerintah dan Muhammadiyah Kalbar Perkuat Sinergi Wujudkan Ketahanan Pangan dan Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 27 November 2025 | 09:00 WIB
Silaturahmi keluarga besar Muhammadiyah Kalimantan Barat di Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak pada Minggu siang 23 November 2025 menjadi ruang penting bagi penguatan kolaborasi antara pemerintah dan persyarikatan. Acara yang dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Pangan RI, Zulkifli Hasan (Zulhas),

SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK — Silaturahmi keluarga besar Muhammadiyah Kalimantan Barat di Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak pada Minggu siang 23 November 2025 menjadi ruang penting bagi penguatan kolaborasi antara pemerintah dan persyarikatan. Acara yang dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Pangan RI, Zulkifli Hasan (Zulhas), ini sekaligus menandai langkah konkret dalam mendukung program prioritas nasional di bidang pangan dan gizi.

Zulhas menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah memiliki orientasi yang lebih luas dari sekadar distribusi makanan.

Baca Juga: Meski Pelaku Penculikan Alvaro Tewas, Polisi Pastikan Proses Hukum Tetap Berjalan

“Saya mengajak kita semua sukseskan program makan bergizi dari pemerintah. Makan itu bukan sekadar bantuan makan, tetapi upaya membangun peradaban baru dan ekosistem ekonomi kreatif,” katanya di hadapan peserta.

Menurut Menko Pangan, MBG dirancang untuk menggerakkan banyak sektor sekaligus, mulai dari petani hingga UMKM, sehingga ekosistem pangan sehat dapat tumbuh lebih kuat. Ia menilai Muhammadiyah sebagai organisasi besar yang bergerak di pendidikan, kesehatan, dan sosial memiliki peran strategis dalam memastikan program ini berjalan efektif di daerah.

Baca Juga: Respons Aspirasi Publik, Prabowo Rehabilitasi 3 Mantan Direksi ASDP

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Pabali Musa, menyambut ajakan tersebut dengan optimisme. Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah telah membentuk koordinator wilayah yang bertugas menjalin sinergi dengan sekolah-sekolah Muhammadiyah sebagai amal usaha persyarikatan.

“Koordinator wilayah ini bekerja untuk memastikan kebijakan kementerian, termasuk mengenai makanan bergizi, dapat diterapkan secara praktis di sekolah-sekolah Muhammadiyah,” jelasnya.

Pabali Musa juga menyoroti upaya Muhammadiyah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan tanah-tanah wakaf. Ia menyebut masih banyak lahan wakaf yang belum tergarap dan kini tengah diupayakan pemanfaatannya.

Baca Juga: ITEKES Muhammadiyah Kalbar Wisuda 141 Lulusan, Siap Jawab Tantangan Dunia Kesehatan

“Kami bekerja sama dengan berbagai komponen masyarakat sambil mengoptimalkan tanah-tanah wakaf yang belum digarap untuk mendukung swasembada pangan,” ujarnya.

Selain fokus pada ketahanan pangan, Pabali juga memaparkan tiga agenda besar Muhammadiyah Kalbar: proses perubahan Politeknik ‘Aisyiyah menjadi universitas, pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah, serta pengelolaan dan penerimaan wakaf Rumah Sakit Bersalin Djumpa.

Sinergi antara pemerintah dan Muhammadiyah ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi terciptanya masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera melalui program-program pangan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Tags

Terkini