nasional

DPR Desak Garuda Benahi Sistem hingga Tuntut Jaminan PMN Rp23,67 Triliun Jadi yang Terakhir

Sabtu, 6 Desember 2025 | 22:43 WIB
Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Durianto sampaikan kritik terkait lemahnya pembenahan sistem di Garuda Indonesia. (YouTube/TVR Parlemen)

Tidak berhenti di situ, Darmadi mengkritik penyusunan prioritas dalam 11 pilar transformasi Garuda yang diajukan manajemen.

Menurutnya, penempatan ‘peningkatan tata kelola biaya’ sebagai prioritas terakhir menimbulkan pertanyaan besar.

“Peningkatan tata kelola biaya itu ditaruh dalam prioritas terakhir, Pak. Apa maksudnya, Pak? Apakah tidak ada disiplin biaya sejak awal atau tidak bisa di-handle?” tanyanya.

Darmadi menilai pembenahan biaya seharusnya menjadi pilar utama dalam proses transformasi, mengingat beban operasional yang selama ini membebani perusahaan.

2 Masalah Struktural yang Dianggap Paling Mendesak

Dalam sesi akhir penyampaian pandangan, Darmadi menegaskan bahwa terdapat dua masalah struktural yang harus segera ditangani Garuda jika ingin keluar dari tekanan keuangan berkepanjangan.

Pertama, rute-rute penerbangan yang merugi dan terus ‘membakar uang’ bila tidak ditutup atau direstrukturisasi. Kedua, beban leasing dan maintenance pesawat yang dinilainya sangat mencekik arus kas perusahaan.

“Rute-rute merugi akan terus membakar uang Bapak terus kalau enggak ada transformasi dijalankan dan yang terakhir adalah beban leasing dan maintenance akan menenggelamkan cash flow Bapak,” pungkasnya.*

Halaman:

Tags

Terkini