"Lengkap bapak. Lengkap dengan instalasi airnya. Kemudian juga ada tangki airnya dan bisa langsung diambil oleh masyarakat," terang Suharyanto.
Mendengar hal tersebut, KSAD Maruli menyela pernyataan Kepala BNPB itu terkait proses pembuatan sumur bor.
"Mungkin tidak cukup bang kalau di atas Rp100 juta. Karena itu kadang-kadang ngebor tergantung tanahnya, pak," ucapnya.
"Kalau tananya lunak itu mungkin dua minggu baru dapat, tapi kalau keras mungkin memerlukan lebih waktunya dari itu," tegas Maruli.*