"Lengkap bapak. Lengkap dengan instalasi airnya. Kemudian juga ada tangki airnya dan bisa langsung diambil oleh masyarakat," terang Suharyanto.
Mendengar hal tersebut, KSAD Maruli menyela pernyataan Kepala BNPB itu terkait proses pembuatan sumur bor.
"Mungkin tidak cukup bang kalau di atas Rp100 juta. Karena itu kadang-kadang ngebor tergantung tanahnya, pak," ucapnya.
"Kalau tananya lunak itu mungkin dua minggu baru dapat, tapi kalau keras mungkin memerlukan lebih waktunya dari itu," tegas Maruli.*
Artikel Terkait
Tak Ada yang Tersisa Pascabanjir, Tak Ada yang Tersisa Pascabanjir, Bocah di ah di Aceh Tamiang Ini Curhat Ingin Rumah dan Sekolahnya Dibangun Lagi
Kayu Menumpuk di Halaman Rumah Pascabanjir Aceh, Momen Relawan Kebingungan saat akan Beri Bantuan Sembako pada Warga
Kantor SAR Pontianak Tangani 95 Operasi Sepanjang 2025, 204 Korban Berhasil Diselamatkan
Makin Melek soal Kesehatan Mental, Psikolog Keluarga Ini Blak-blakan Terima Banyak Keluhan Permasalahan Ekonomi
Penyegaran di Polres Kubu Raya, Kompol Andri Syahroni Resmi Jabat Wakapolres Baru
Gantikan Kompol Hilman Malaini, Kompol Andri Syahroni Emban Amanah Baru sebagai Wakapolres Kubu Raya
Iptu Judi Effendhy Resmi Jabat Kasat Lantas Polres Kubu Raya, Kapolres Tekankan Inovasi dan Program Polantas Menyapa
Universitas PGRI Pontianak Ikuti Expo Studi Lanjut 2026 di SMA Negeri 1 Pontianak
Bocah 6 Tahun Bernama Rama Ditemukan Meninggal Usai Tenggelam di Parit Tanjung Raya 1
Lima Hari Hilang Saat Memancing, Pria di Kubu Raya Masih Misteri: Sampan Ditemukan Terombang-ambing