nasional

Kasus Meninggalnya Bocah 12 Tahun di Sukabumi, Ayah Kandung NS Sebut Istrinya Pernah Melakukan Tindakan Penganiayaan Setahun Lalu

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:32 WIB
Foto ilustrasi: Dugaan penganiayaan pada anak berusia 12 tahun di Sukabumi, Jawa Barat oleh ibu tirinya. (Unsplash/saif71)

SIBERKALIMANTAN.COM, - Geger di media sosial usai seorang anak berusia 12 tahun dengan inisial NS meninggal dunia yang diduga jadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya.

Sebuah video viral saat NS, warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Sukabumi, Jawa Barat terbaring lemah di rumah sakit sambil ditanya siapa yang melakukan kekerasan pada dirinya.

Dengan lirih ia menyebut, ‘Mamah’ dan sang ibu tiri dihadiahi pukulan oleh ayah kandung NS yang berada di sisi lain ranjang rumah sakit.

Kasus tersebut viral karena memantik keprihatinan sekaligus kemarahan dari warganet.

Ayah Berada di Luar Kota, Mendapat Kabar Anaknya Sakit

Kondisi NS yang penuh luka di tubuhnya diketahui oleh sang ayah saat berada di luar kota.

Ayah NS, Anwar Satibi sedang bekerja di luar kota mendapat telepon dari istrinya yang mengabarkan bahwa anaknya sedang sakit.

Baca Juga: Satreskrim Polres Kubu Raya Rilis Capaian Januari–Februari 2026: Ungkap Curas, Curanmor, Karhutla hingga Kasus PMI Ilegal

“Pas pulang, sebelum berangkat kan belum terjadi apa-apa. Maksudnya kulitnya belum hancur, belum apa-apa,” ucap Anwar kepada awak media di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi pada Jumat, 20 Februari 2026.

“Pas pulang kondisinya sangat jauh dari sebelumnya,” imbuhnya.

Anwar mendapati kulit anaknya melepuh dan mendapat jawaban dari istrinya bahwa NS mengalami demam.

Ibu Tiri Pernah Melakukan Penganiayaan pada NS

Diungkap oleh Anwar sendiri, istrinya pernah menganiaya NS dan sudah dilaporkan ke Polisi.

“Sebelumnya dulu juga pernah terjadi penganiayaan, saya laporkan, cuma istri saya datang memohon, sujud ke saya dan akhirnya saya minta saran ke Pak Asep dan tidak ada salahnya memaafkan siapa tahu berubah,” terangnya.

Baca Juga: Polres Kubu Raya Rilis Pengungkapan Kasus Januari–Februari 2026, Komitmen Ciptakan Situasi Aman Jelang Ramadan dan Lebaran

Halaman:

Tags

Terkini