Mewakili suara warga, Haikal meminta intervensi nyata dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, khususnya instansi terkait.
"Kami mengharapkan kepada pemerintah atau pihak terkait, dalam hal ini Dinas Perhubungan, supaya bisa menyikapi hal tersebut," tegasnya. Harapan utama warga adalah adanya standarisasi harga yang transparan dan pengawasan ketat di lapangan agar tarif tiket kembali normal seperti sedia kala.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah konkret dari otoritas pelabuhan dan Dinas Perhubungan untuk melakukan audit tarif di jalur trayek Batu Ampar guna mencegah praktik spekulasi harga yang merugikan publik.