SIBERKALIMANTAN.COM, - Pengacara Hotman Paris mendampingi dua anak buah kapal (ABK) Fandi Ramadhan yang dituntut hukuman mati mengadu kepada Komisi III DPR RI dalam Rapat Dengan Pendapat Umum (RDPU) pada Kamis, 26 Februari 2026.
Fandi dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Batam karena kasus penyelundupan 2 ton sabu yang ditaksir bernilai Rp4 triliun.
Usai rapat dengan tersebut, ibu Fandi meminta secara langsung bantuan kepada Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.
Bersimpuh dan Bersujud di Depan Ketua Komisi III
RDPU itu ditutup dengan momen haru dari ibu Fandi yang langsung bersimpuh dan bersujud kepada Habiburokhman.
Momen itu terjadi ketika Habiburokhman mendatanginya untuk bersalaman seusai rapat.
“Saat ibunya Fandi (ABK yang dituntut hukuman mati dan ibunya kasus pembunuhan di Lombok menangis, minta tolong ke Ketua Komisi III DPR,” tulis keterangan dalam video yang diunggah oleh Hotman Paris pada Jumat, 27 Februari 2026.
Sambil terisak, ibu Fandi meminta bantuan agar anaknya mendapat keadilan.
“Tolong bantu saya, Pak. Anak saya nggak bersalah,” ucapnya.
Habiburokhman kemudian menjawab bahwa banyak pihak yang membantu anaknya.
“Ini temen-temen bantu semua, kan. Iya bu, ini Bang Hotman juga bantu,” jawab Habiburokhman.
Hotman Paris Sebut Fandi Baru Mengenal Kapten Kapal
Dalam RDPU itu, Hotman menjelaskan bahwa Fandi diantar ibunya ke rumah kapten kapal untuk berangkat ke Thailand pada 1 Mei 2025.
Artikel Terkait
Viral Kawanan Gajah Liar Masuk ke Area Mess Karyawan di Riau, Robohkan Tembok hingga Rusak 3 Unit Motor
Viral Seplastik Makanan Dioper untuk Berbuka Puasa saat Terjebak Macet di Jakbar, Warganet: Ini Gambaran Orang Indonesia yang Saling Berbagi
Ramadan Penuh Kebersamaan, Wakapolres Kubu Raya Rangkul Organisasi Mahasiswa Berbagi Takjil untuk Pengguna Jalan
Viral Warga Mantrijeron Yogyakarta Lumpuhkan Maling Tabung Gas Melon dengan Stik Golf, Netizen: Ditungguin Sampai Ngambil Buat Bukti
Respons Menkeu Purbaya soal Konten Viral Alumni LPDP, dari Pengembalian Dana Beasiswa hingga Blacklist Kerja di Pemerintahan
Viral Kecelakaan 2 Bus TransJakarta Adu Banteng di Jaksel, 24 Orang Jadi Korban
Awal Mula Viral 'Cukup Aku WNI, Anak Jangan' yang Kini Bikin Menkeu Purbaya Ancam Blacklist sang Awardee LPDP
Bangga! Indonesia Punya Sahabat-AI, Platform AI Berbasis Aplikasi yang Paling Ngerti, Paling Indonesia
Setelah Jadi Tersangka Kasus Asusila terhadap Anak di NTT, Piche Kota: Saya Kini Bersuara untuk Keadilan
Kisah Dokter Spesialis Alumni LPDP di Jateng yang Disayang Pasien hingga Tuai Reaksi Positif Warganet di Medsos