daerah

Minimnya Pengajaran Agama di Teluk Nibung Jadi Sorotan, Mahasiswa KKN STIT Darul Ulum Luncurkan Program Penguatan Keagamaan

Kamis, 11 Desember 2025 | 09:10 WIB
Kondisi minimnya kegiatan pengajaran agama di Desa Teluk Nibung, Kecamatan Batu Ampar, menjadi perhatian serius mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Darul Ulum Kubu Raya.

SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA – Kondisi minimnya kegiatan pengajaran agama di Desa Teluk Nibung, Kecamatan Batu Ampar, menjadi perhatian serius mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Darul Ulum Kubu Raya. Temuan ini muncul setelah para mahasiswa melakukan observasi langsung selama menjalankan program pengabdian di desa tersebut.

Berdasarkan hasil pengamatan, pendidikan agama di Teluk Nibung—baik untuk anak-anak maupun orang dewasa—belum terlaksana secara optimal.

Keterbatasan tenaga pengajar, tidak adanya program keagamaan yang terjadwal, dan minimnya sarana pendukung menjadi faktor yang menghambat berkembangnya kegiatan keagamaan di wilayah ini.

Koordinator lapangan KKN, Muhammad Nauval, mengatakan pada Selasa, 9 Desember 2025, bahwa kondisi tersebut membuat sebagian anak-anak tidak mendapatkan pembelajaran agama yang terstruktur.

Baca Juga: PRIMARAYA Rayakan HUT ke-18 dengan Aksi Penanaman Pohon di Desa Bintang Mas

“Banyak anak-anak yang hanya belajar mengaji di waktu tertentu, itupun bergantung pada ketersediaan ustadz yang sangat terbatas. Pembelajaran agama belum berlangsung secara rutin,” ujarnya.

Sejumlah warga juga mengakui bahwa kondisi pendidikan agama di desa masih jauh dari harapan. Kesibukan orang tua serta belum adanya lembaga pendidikan agama khusus menyebabkan kegiatan pembelajaran lebih banyak bergantung pada inisiatif masing-masing keluarga.

Baca Juga: Jembatan Marau–Air Upas Ambruk, Akses Warga Lumpuh Total Masyarakat Galang Dana untuk Perbaikan Darurat

Menanggapi persoalan tersebut, mahasiswa KKN STIT Darul Ulum berinisiatif merancang beberapa program untuk memperkuat pendidikan agama di Teluk Nibung.

Program tersebut meliputi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) rutin setiap sore yang berfokus pada baca tulis Al-Qur’an, dasar fikih, dan pendidikan akhlak; pengajian ibu-ibu dengan metode penyampaian sederhana; serta pembiasaan nilai-nilai keislaman melalui kultum, tausiyah, dan permainan edukatif.

Salah satu mahasiswa KKN, Fitriani, menyampaikan bahwa sambutan masyarakat, terutama anak-anak, sangat positif.

“Antusias anak-anak luar biasa. Setiap sore mereka datang lebih awal untuk belajar. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi peningkatan pendidikan agama di desa ini,” tuturnya.

Baca Juga: Jembatan Marau–Air Upas Ambruk, Akses Warga Lumpuh Total Masyarakat Galang Dana untuk Perbaikan Darurat

Kepala Desa Teluk Nibung, Gunawan, turut memberikan apresiasi atas langkah mahasiswa KKN dalam membantu penguatan pendidikan agama di desanya. Ia berharap upaya tersebut dapat terus berlanjut dan didukung oleh masyarakat.

“Kami merasa sangat terbantu. Semoga ada tindak lanjut dari masyarakat dan lembaga pendidikan agar kegiatan keagamaan ini berkelanjutan,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini