SIBERKALIMANTAN.COM, MELIU – Sebuah jembatan di ruas Jalan Marau–Air Upas, tepatnya di Dusun Awatan, Desa Suka Karya, Kecamatan Marau, ambruk pada Selasa, 9 Desember 2025.
Insiden tersebut menyebabkan satu unit truk terperosok ke bagian jembatan yang runtuh. Tidak ada korban jiwa, namun kerusakan parah membuat akses transportasi masyarakat terputus total.
Menurut warga setempat, jembatan tersebut memang telah lama menunjukkan gejala kerusakan. Retakan dan penurunan struktur sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu, tetapi belum ada penanganan permanen.
Saat sebuah truk bermuatan sedang melintas, konstruksi jembatan tidak mampu menahan beban sehingga bagian tengahnya langsung ambles.
Ambruknya jembatan ini berdampak luas pada mobilitas warga. Arus kendaraan dari dan menuju Air Upas maupun Marau terhenti, memaksa masyarakat mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan tidak semua kendaraan dapat melintas. Sebagian warga bahkan tidak dapat beraktivitas normal karena akses utama benar-benar lumpuh.
Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, warga kemudian berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk perbaikan darurat jembatan. Aksi solidaritas ini berlangsung pada 7–8 Desember 2025 dan hingga kini telah terkumpul dana sementara sebesar Rp13.500.000.
Heriyadi Wibowo, koordinator sekaligus penanggung jawab kegiatan donasi, menjelaskan bahwa langkah ini muncul sebagai bentuk keprihatinan masyarakat atas lambatnya penanganan kerusakan jembatan.
Baca Juga: Berbagai Komunitas Pontianak Gelar Penggalangan Dana untuk Koban Bencana
“Yang melatarbelakangi inisiatif ini adalah keresahan masyarakat terhadap kondisi jembatan yang rusak. Keluhan demi keluhan hanya ditangani ala kadarnya. Saya dan rekan berpikir, kenapa tidak kita galang dana dan berkolaborasi dengan anggaran CSR agar kualitas perbaikannya lebih memadai daripada hanya terus saling menyalahkan,” ujarnya.
Heriyadi juga menyoroti minimnya respon dari pihak terkait, termasuk perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik Nataru Diprediksi 24 Desember, Arus Balik 2 Januari 2026
“Latar belakang lainnya adalah lambatnya penanganan dari pihak terkait maupun perusahaan sekitar, padahal itu urat nadi akses masyarakat. Kami berharap ke depan ada mitigasi yang lebih cepat, dan sebelum kondisinya parah, segera dilakukan perawatan terutama pada titik-titik yang merupakan jalur utama,” tambahnya.
Masyarakat berharap adanya kolaborasi antara warga, pemerintah daerah, dan perusahaan sekitar agar perbaikan jembatan segera direalisasikan. Dengan begitu, aktivitas ekonomi dan mobilitas warga dapat kembali berjalan normal tanpa hambatan.
Artikel Terkait
Bupati Kubu Raya Tegaskan Komitmen Keberagaman Saat Tinjau Operasi Pasar di Gereja St. Agustinus
Cuaca Ekstrem Melanda Kalbar, BMKG Tetapkan Puncak Banjir dan SAR Pontianak Siaga Penuh
DWP Kemenag Kubu Raya Gelar Kegiatan Semarak Sambut HAB ke-80 dan Peringatan Hari Ibu
Puncak Arus Mudik Nataru Diprediksi 24 Desember, Arus Balik 2 Januari 2026
Sido Muncul Serahkan Bantuan CSR Rp900 Juta untuk Pemulihan Warga Terdampak di 3 Provinsi Sumatera
KPK Bakal Cecar PBNU Buntut Pemecatan Gus Yahya Terkait Skandal Aliran Dana Rp100 Miliar, Selidiki Audit di 2022
Update Korban Bencana di Sumatera: 753 Meninggal Dunia, 650 Jiwa Dilaporkan Masih Hilang
Kontroversi Kebijakan Menkeu Purbaya Setop Impor Baju Bekas: Angin Segar bagi Industri, tapi Bikin Pedagang Merana
Kargo Technologies Resmikan Identitas Baru, Dorong Elektrifikasi Armada Logistik Hingga 40.000 Kendaraan di 2035
Berbagai Komunitas Pontianak Gelar Penggalangan Dana untuk Koban Bencana