SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA - Aksi balap liar di Jalan Angkasa Pura, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, berakhir di tangan kepolisian. Sebanyak 6 unit sepeda motor beserta joki dan pemiliknya berhasil diamankan jajaran Polres Kubu Raya pada Minggu 25 Januari 2026.
Penangkapan ini bermula dari "curhatan" warga yang resah. Masyarakat melaporkan aksi adu kecepatan ilegal tersebut melalui pesan singkat (DM) Instagram Bupati Kubu Raya, Sujiwo, yang terintegrasi dengan akun resmi Polres Kubu Raya.
Menariknya, aksi penggerebekan ini dilakukan oleh personel yang tengah berjuang memadamkan api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Kubu Raya, AKP Samidi, petugas bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan warga.
"Menindaklanjuti laporan itu, personel yang saat itu tengah melaksanakan pemadaman api karhutla langsung meluncur ke lokasi dan berhasil menghentikan aksi para pelaku balap liar," ujar Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, dalam keterangan resminya, Senin 26 Januari 2026.
Sempat terjadi ketegangan saat petugas tiba di lokasi. Namun, polisi berhasil meredam situasi dan menggiring para pemuda beserta kendaraan mereka yang rata-rata tidak dilengkapi plat nomor (TNKB).
Daftar Motor yang Disita
Polisi merinci enam kendaraan yang diamankan sebagai barang bukti, mayoritas dalam kondisi "trondol" atau tanpa identitas resmi:
Vario 150 Hijau (Tanpa TNKB) – Pemilik HN, Joki AA.
Mio KB 3151 WV – Pemilik & Joki AT.
Jupiter Merah (Tanpa TNKB) – Pemilik DS, Joki RA.
Megapro Hitam (Tanpa TNKB) – Pemilik DS, Joki YN.
F1ZR Putih (Tanpa TNKB) – Pemilik DS, Joki YN.
Jupiter Biru (Tanpa TNKB) – Pemilik DS, Joki YN.
Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi bagi pelaku balap liar yang mengabaikan keselamatan publik.
"Saat ini seluruh kendaraan dan pelaku tengah menjalani proses penyelidikan mendalam. Kami tidak hanya melakukan penindakan hukum secara administratif, tetapi juga langkah pembinaan intensif. Kami telah memanggil para orang tua agar mereka mengetahui aktivitas berbahaya yang dilakukan anak-anak mereka," tegas Ade.