SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA – Titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali muncul di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Pada Sabtu, 28 Februari 2026, tim pemadam kebakaran dari Damkar Parit Haji Muksin bergerak cepat melakukan pemadaman di kawasan daerah administratif Desa Punggur Kecik.
Proses pemadaman berlangsung sejak pagi menjelang siang setelah laporan masyarakat diterima. Api yang membakar lahan semak kering sempat menimbulkan kepulan asap yang terlihat dari kejauhan, sehingga dikhawatirkan dapat meluas apabila tidak segera ditangani.
Baca Juga: Seleksi Pemilihan Lanceng Praben Kubu Raya 2026 Diikuti Peserta dari Sembilan Kecamatan
Salah satu petugas pemadam, Ade Khairul Arya Putra, menyampaikan bahwa timnya sempat mengalami kendala teknis saat proses pemadaman berlangsung.
“Kami sedikit mengalami kendala pada selang yang bocor. Kebocoran tersebut mempengaruhi tekanan air sehingga suplai air ke titik api tidak maksimal,” ujarnya.
Meski demikian, tim tetap berupaya maksimal dengan melakukan perbaikan sementara pada peralatan dan mengatur strategi penyemprotan agar api tidak semakin meluas. Berkat kerja keras petugas di lapangan, api akhirnya berhasil dikendalikan dan di lokalisir agar tidak merambat ke permukiman penduduk.
Baca Juga: Satu Dekade Sedekah Berantai, PDNA Pontianak Salurkan 146 Paket Sembako di Ramadan 1447 H
Ade juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama saat kondisi cuaca panas yang berpotensi mempercepat penyebaran api.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Risiko kebakaran sangat besar dan dapat merugikan banyak pihak, baik dari segi kesehatan maupun lingkungan,” tegasnya.
Munculnya kembali titik karhutla ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan harus terus ditingkatkan, terutama memasuki periode cuaca kering. Peran aktif masyarakat dalam mencegah kebakaran dinilai sangat penting guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.