Tanam Mangrove, Rawat Masa Depan

photo author
Samsul Cah, Siber Kalimantan
- Minggu, 1 Maret 2026 | 22:36 WIB
olaborasi antara Kitabisa.org, Harapan Alam (HARPA), Ganavira, Crustea, komunitas Interraction, dan Gemawan dalam kegiatan penanaman mangrove
olaborasi antara Kitabisa.org, Harapan Alam (HARPA), Ganavira, Crustea, komunitas Interraction, dan Gemawan dalam kegiatan penanaman mangrove

SIBERKALIMANTAN.COM, MEMPAWAH - Pesisir bukan hanya tentang laut. Di sana, mangrove tumbuh sebagai benteng alami yang melindungi daratan dari abrasi, menjaga kehidupan pesisir, sekaligus menyimpan harapan bagi generasi mendatang.

Semangat itu menjadi dasar kolaborasi antara Kitabisa.org, Harapan Alam (HARPA), Ganavira, Crustea, komunitas Interraction, dan Gemawan dalam kegiatan penanaman mangrove bertajuk “Dari Hati Turun ke Alam – Bersama Tanam Mangrove”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 28 Februari 2026 di Desa Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dengan melibatkan penerima beasiswa, komunitas pecinta lingkungan, serta masyarakat setempat.

Merawat Pesisir, Merawat Kehidupan

Mangrove bukan sekadar vegetasi pesisir. Ia adalah pelindung alami dari gelombang dan badai, habitat berbagai biota laut, sekaligus penyangga ekonomi masyarakat.
“Dalam konteks perubahan iklim dan meningkatnya risiko abrasi, keberadaan mangrove menjadi semakin krusial,” ujar Lani Ardiansya, pegiat Gemawan.

Baca Juga: Ikut Mendampingi Keluarga ABK Fandi yang Dituntut Hukuman Mati karena Sabu 2 Ton ke DPR, Hotman Paris: Dia Baru 3 Hari Naik Kapal

Selain menanam bibit mangrove, peserta juga mendapatkan pembelajaran langsung mengenai praktik silvofishery—model budidaya perikanan yang terintegrasi dengan pelestarian mangrove. Pendekatan ini menjadi contoh nyata bahwa konservasi lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dari Aksi ke Edukasi

Kegiatan ini tidak berhenti pada aksi simbolik. “Dari Hati Turun ke Alam” menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

Ucup sapaan Akrabnya, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas latar belakang ini membuktikan kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dari siapa saja dan menjadi gerakan berdampak ketika disatukan.

Baca Juga: HUT ke-54 Basarnas, Kantor SAR Pontianak Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Dharma Patria Jaya

Senada dengan itu, Muti dari Komunitas Lingkungan Kitabisa–Interraction berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran komunitas terhadap isu-isu lingkungan. Ia menekankan pentingnya anggota komunitas memahami tujuan setiap program, lalu menyebarkan pengetahuan dan advokasi di lingkungannya masing-masing.
“Harapannya teman-teman komunitas tidak hanya ikut menanam, tapi juga menjadi penyambung informasi dan penggerak kesadaran di ruang mereka sendiri,” ujarnya.

Ke depan, komunitas di Kalimantan Barat—khususnya Pontianak—diharapkan dapat menginisiasi kegiatan lanjutan secara mandiri, baik terkait mangrove maupun isu lingkungan lainnya.

Komitmen Berkelanjutan

Tantowi Gilang dari Harapan Alam–Kitabisa.org menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara program beasiswa, pemberdayaan, dan pelestarian lingkungan.

“Kegiatan lanjutan pasti ada. Kami masih memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama dalam penguatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan komunitas di Kalimantan Barat. Ke depan, akan ada diskusi kelompok terarah (FGD) serta kegiatan lain untuk memperkuat gerakan ini,” jelasnya.

Baca Juga: Kisah Dokter Spesialis Alumni LPDP di Jateng yang Disayang Pasien hingga Tuai Reaksi Positif Warganet di Medsos

Ia juga berharap kolaborasi lintas pemangku kepentingan—mulai dari relawan, lembaga lingkungan, hingga penerima beasiswa dan keluarga mereka—dapat memperkuat pendidikan, kesejahteraan, serta melahirkan program-program baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Samsul Cah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X