SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Agus Sudarmansyah, S.I.Pem., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian satu tahun kepemimpinan pasangan Bupati Sujiwo dan Wakil Bupati Sukiryanto di Kabupaten Kubu Raya. Sebagai legislator kawakan yang telah menjabat selama lima periode, Agus mengaku baru kali ini melihat akselerasi pembangunan yang begitu masif dalam waktu singkat.
"Saya menjadi anggota DPRD ini sudah lima periode dan sudah merasakan kepemimpinan tiga Bupati berbeda di Kubu Raya. Baru kali ini saya melihat satu tahun kepemimpinan Pak Bupati serasa sama dengan 15 tahun berdirinya Kubu Raya," ujar Agus saat diwawancarai.
Perubahan Signifikan di Berbagai Sektor
Menurut Agus, perubahan yang dibawa oleh duet Jiwo-Sukir menyentuh berbagai aspek fundamental yang langsung dirasakan masyarakat. Ia merincikan beberapa sektor yang mengalami kemajuan pesat, mulai dari infrastruktur jalan, irigasi, hingga penataan kota.
"Baru kali ini saya melihat perubahan yang sangat signifikan, baik pembangunan infrastruktur, jalan, irigasi, normalisasi sungai, tata kota, estetika, hingga pemulihan pemukiman kumuh," paparnya.
Ia meyakini jika kinerja ini konsisten hingga lima tahun ke depan, wajah Kubu Raya akan berubah total secara drastis.
Respons Akar Rumput dan Isu Pilkada Gubernur
Menanggapi kinerja Bupati yang dinilai sangat gesit, Agus menyebut bahwa masyarakat saat ini sudah cukup cerdas dalam menilai pemimpin mereka berdasarkan fakta di lapangan, bukan sekadar sosialisasi atau promosi.
Terkait desas-desus mengenai kemungkinan Sujiwo melaju ke level yang lebih tinggi atau Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Barat, Agus mengungkapkan adanya aspirasi yang beragam di tingkat akar rumput.
"Di akar rumput banyak sekali harapan. Ada yang ingin beliau berkarya lebih luas di level Kalbar, tapi ada juga yang berharap jangan tinggalkan Kubu Raya dulu sebelum selesai dua periode karena harapan masyarakat sangat besar," ungkap Agus.
Meski begitu, Agus memberikan sinyal bahwa peluang politik selalu terbuka lebar bagi pemimpin yang memiliki rekam jejak nyata.
"Kalau memang momentumnya ada, kenapa harus menunggu?" pungkasnya sambil berkelakar.