nasional

Longsor Cilacap Jadi Pertanda Waspada, Ketahui Retakan 'Tapal Kuda' Pemicu Risiko Tanah Meluncur di Musim Hujan

Minggu, 16 November 2025 | 14:04 WIB
Menyoroti gejala awal bencana longsor usai kini terjadi di wilayah Cilacap, Jawa Tengah. (Dok. BNPB)

SIBERKALIMANTAN.COM - Upaya pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, kembali menemukan titik perkembangan baru pada Sabtu, 15 November 2025.

Sebelumnya, hujan deras pada Jumat, 14 November 2025 malam memicu ambruknya lereng besar yang langsung mengubur sejumlah rumah.

Bencana itu membuat 21 warga hilang seketika. Tim SAR gabungan bergerak cepat sejak subuh dengan membagi area pencarian ke sektor A dan sektor B untuk memastikan semua jalur material longsor dapat dijangkau.

Pada Jumat malam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kabupaten Cilacap menyusun langkah tanggap darurat untuk mempercepat penanganan.

Peninjauan lapangan dilakukan dan kebutuhan awal segera diselesaikan agar pencarian operasi dapat berlangsung tanpa hambatan.

Terkini, memasuki Sabtu pagi, doa pemakaman ditemukan di sektor A2. Muhammad Hafiz, ditemukan pukul 10.06 WIB dan disusul ibunya, Nur Isnaini, pada pukul 10.44 WIB.

Berdasarkan data BNPB di lokasi kejadian pada Sabtu, 15 November 2025 pukul 14.00 WIB, dari total 21 korban, masih ada 18 yang belum ditemukan.

Lalu, bagaimana fakta terkini terkini terkait kejadian longsor yang terjadi di Cilacap, Jawa Tengah? Berikut ulasan selengkapnya.

Update Pencarian: Anjing Pelacak hingga Alat Berat

Tim SAR gabungan kini dikerahkan dengan kekuatan penuh. Total 667 personel dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD dan relawan bekerja bergantian.

Sebanyak 512 personel terjun langsung di titik longsor. Terdapat 9 ekskavator, 9 anjing pelacak serta 9 alcon turut bergerak untuk mempercepat pembukaan material yang menimbun rumah warga.

Kepala Kantor SAR Cilacap, Abdullah, tekanan cuaca menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.

“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa dari pagi hari sampai dengan sekarang hampir kita tidak pernah melihat matahari dan suasana memang cenderung ke berawan,” ujar Abdullah di lokasi kejadian, Cilacap, pada Sabtu, 15 November 2025

Abdullah menambahkan, keselamatan personel juga menjadi pertimbangan dalam setiap pengambilan keputusan saat proses evakuasi korban.

“Ketika ada hujan turun secara otomatis kami akan menghentikan operasi sementara,” terangnya.

Halaman:

Tags

Terkini