“Semakin banyak udara yang meresap, semakin besar dorongan dari dalam lereng hingga akhirnya tanah meluncur,” jelasnya.
Dwikorita juga mengingatkan tanda-tanda lain seperti pohon yang tiba tiba miring, muncul rembesan air baru, lereng menggembung, tanah ambles, bangunan retak hingga suara gemuruh.
“Pengamatan dini dan respon cepat adalah kunci untuk mencegah jatuhnya korban baru,” tutupnya.*
Artikel Terkait
DAD ke-VIII PK IMM Muhammad Al Fatih FH UM Pontianak: Regenerasi Kader Berkualitas dan Berideologi Kuat
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pontianak Melaksanakan SAR Goes to School: Edukasi Keselamatan untuk Generasi Tanggap Bencana dari Usia Dini
Bawaslu Kubu Raya Lakukan Pengawasan Pemutakhiran Data Partai Politik Secara Berkelanjutan di KPU Kubu Raya
Bawaslu Sanggau dan Pengadilan Agama Resmi Teken MoU Perkuat Pengawasan Partisipatif Pemilu
TIM PKM-RSH FAKULTAS HUKUM UM PONTIANAK LOLOS PIMNAS 38
Mentan Amran Bicara Soal Serakahnomic di Bisnis Beras, Ungkap Penggilingan Kecil Dimatikan hingga Beras Oplosan Dijual Premium
Pigai Bicara Perannya Sejak Masa Perjuangan Prabowo hingga Masuk Kabinet: Saya yang Berjuang
Buka Suara soal Polemik Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Pakar Hukum Teuku Nasrullah Bilang Begini
Satu Awak Kapal KM Margana Sakti Ditemukan Meninggal di Perairan Padang Tikar
Bicara Soal Kekayaan Menteri, Natalius Pigai Singgung Simpanan Puluhan Miliar Pejabat Harus Diragukan