Bicara Soal Kekayaan Menteri, Natalius Pigai Singgung Simpanan Puluhan Miliar Pejabat Harus Diragukan

photo author
Samsul Cah, Siber Kalimantan
- Minggu, 16 November 2025 | 13:50 WIB
Menteri HAM ungkap beberapa alasan dirinya tidak terkena reshuffle Prabowo.
Menteri HAM ungkap beberapa alasan dirinya tidak terkena reshuffle Prabowo.

SIBERKALIMANTAN.COM - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa seluruh menteri dalam kabinet memiliki besaran gaji yang sama.

Oleh karena itu, Pigai mengekstraksi munculnya simpanan belasan hingga puluhan miliar rupiah pada sebagian pejabat negara, terutama jika peningkatan kekayaan itu terjadi setelah seseorang menjabat.

Pernyataan tersebut disampaikan Pigai dalam tayangan Akbar Faizal Uncensored yang tayang pada Jumat, 14 November 2025.

Pria asal Papua Tengah itu pun menekankan bahwa standar gaji menteri bersifat seragam tanpa memandang besar kecilnya anggaran kementerian yang pimpin mereka.

"Jadi kalau hari ini ada menteri yang simpanannya lebih dari belasan miliar puluhan miliar, harus diragukan," ucap Pigai.

Tidak Ada Perbedaan Gaji Meski Anggaran Kementerian Berbeda

Pigai menambahkan bahwa dirinya memimpin kementerian dengan anggaran yang besar, namun hal itu tidak membuat gajinya berbeda dari menteri lain.

Menurutnya, tidak ada logistik jika ada pejabat negara tiba-tiba memiliki rekaman simpanan selama menjabat, mengingat pendapatan mereka adalah standar.

“Saya menteri di kementerian HAM, kebetulan anggarannya lebih banyak,” kata Pigai.

Pria usia 49 tahun itu kembali menegaskan bahwa tidak ada menteri yang memperoleh gaji berbeda hanya karena menterinya mengelola sumber daya atau anggaran yang besar.

“Katakanlah dengan kementerian yang anggarannya kecil dengan kementerian yang mengelola sumber daya itu menteri itu gajinya sama pak,” ujarnya.

Lonjakan Kekayaan Pejabat Harus Jadi Alarm Publik

Pigai menilai bahwa peningkatan kekayaan kekayaan pejabat publik yang tidak sesuai dengan profil pendapatan resmi harus menjadi alarm bagi masyarakat.

Politikus Gerindra itu pun menyebut transparansi harta pejabat penting untuk menjaga kepercayaan publik.

“Kaya duluan tidak, tapi kalau setelah jadi menteri kalau angkanya bertambah di tabungan, berarti itu harus diragukan,” tutupnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Samsul Cah

Sumber: Promedia Teknologi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X