SIBERKALIMANTAN.COM, - Mendekati 3 bulan pascabanjir bandang dan tanah longsor, sejumlah wilayah di Aceh Tamiang masih membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Saat bencana datang, Aceh Tamiang menjadi salah satu kabupaten di Aceh yang terdampak paling parah sejak akhir November 2025 lalu.
Kini, selain endapan lumpur yang masih tinggi dan menimbun rumah warga, air bersih serta sanitasi juga menjadi PR untuk bisa segera diselesaikan.
Desa Sulum di Aceh Tamiang Krisis Air Bersih
Desa Sulum, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang menjadi salah satu desa yang mengalami krisis air bersih.
Kebutuhan sehari-hari warga untuk air dilakukan dengan cara mengambil langsung dari sungai.
Sayangnya, air sungai pun berwarna coklat keruh dan harus didiamkan selama beberapa waktu.
“Kondisi di sini cukup memprihatinkan, masyarakat masih mengambil air langsung dari sungai yang airnya keruh,” ucap relawan yang menyambangi Desa Sulum, dikutip dari unggahan video di akun Instagram @ria.audinaa pada Sabtu, 21 Februari 2026.
“Air tersebut disedot menggunakan mesin, kemudian ditampung untuk digunakan sehari-hari. Mulai dari mandi, masak, hingga diminum,” terangnya.
Belum Menerima Bantuan Air Bersih hingga Kurangnya Sanitasi
Lebih lanjut, ia juga menuturkan bahwa menurut pengakuan warga, masyarakat di Desa Sulum belum pernah mendapatkan bantuan air bersih untuk memasak maupun minum.
“Selain itu fasilitas WC yang layak juga belum mereka dapatkan,” imbuhnya.
Kondisi tersebut tentu memunculkan risiko pada gangguan kesehatan yang mungkin muncul, khususnya bagi kaum rentan seperti anak-anak dan lansia.