opini-artikel

Ketua RT di Banjarnegara Diduga Bertahun-tahun Rekam Tetangganya Mandi, Anak Korban Sebut Laporan Polisi Tak Ada Kejelasan: Harus Viralkan Kasus Ini

Senin, 23 Februari 2026 | 00:07 WIB
Viral Ketua RT di Banjarnegara, Jawa Tengah diduga diam-diam merekam tetangganya mandi. (Instagram/rahayuning__)

Sementara dari unggahan lain, anak korban mengungkapkan bahwa terduga pelaku memasang HP dari kamar mandinya sendiri yang berada dekat dengan rumah korban.

“Sebelumnya, jendela kamar mandi si pelaku ini bolong atau tidak ada penutupnya, ini akses untuk dia bisa taruh HP di situ,” ujar anak korban.

“Kemudian waktu awal kejadian, kan aku sempet cek ternyata orangnya udah nggak ada, ya iyalah orang pelakunya di kamar mandinya sendiri jadi aku sempet teriak-teriak di depan rumah si pelaku karena di situ ramai, siapa tau ada yang liat,” lanjutnya.

Anak korban juga mengungkapkan bahwa terduga pelaku adalah ketua RT di lingkungannya.

Sempat Lakukan Mediasi, Mengakui Ada Video di HP-nya tapi Membantah Bukan Pelaku

Sebelum dibawa ke jalur hukum, sudah pernah dilakukan mediasi secara kekeluargaan bersama dengan terduga pelaku dan dihadiri oleh kepala desa.

Disebutkan bahwa pelaku sempat mengakui bahwa ada video korban di kamar mandi, tetapi membantah bahwa ia yang merekam video tersebut.

“Kemudian ditanya video dari mana kalau bukan dia, penyangkalannya itu video kiriman dan ada yang membajak HP. Penyangkalan yang tidak masuk akal,” ungkap anak korban.

“Ketika pelaku dipanggil pihak kepolisian, dia masih tidak mau mengakui juga,” lanjutnya.

Video yang diunggah di media sosial merupakan video yang direkam dari HP milik terduga pelaku, tapi menurut anak korban, HP tersebut sudah di-reset sehingga video lainnya sudah terhapus.

Sudah Pernah Melapor ke Polisi

Dalam unggahan yang sudah diputar lebih dari 10 juta kali penayangan itu juga menyebut bahwa laporan ke jalur hukum telah ditempuh oleh keluarga korban, tapi belum mendapatkan titik terang hingga saat ini

“Saya sudah melapor kepada pihak yang berwajib pada hari Jumat, 10 oktober 2025 pukul 10.25 WIB tapi sampai dengan sekarang belum ada kejelasan sama sekali, jadi saya harus viralkan kasus ini,” kata anak korban.

“Untuk itu, Tolong saya meminta keadilan untuk keluarga saya terutama ibu saya agar kasus ini segera terselesaikan, Terimakasih,” tegasnya.
*

Halaman:

Tags

Terkini