Sementara dari unggahan lain, anak korban mengungkapkan bahwa terduga pelaku memasang HP dari kamar mandinya sendiri yang berada dekat dengan rumah korban.
“Sebelumnya, jendela kamar mandi si pelaku ini bolong atau tidak ada penutupnya, ini akses untuk dia bisa taruh HP di situ,” ujar anak korban.
“Kemudian waktu awal kejadian, kan aku sempet cek ternyata orangnya udah nggak ada, ya iyalah orang pelakunya di kamar mandinya sendiri jadi aku sempet teriak-teriak di depan rumah si pelaku karena di situ ramai, siapa tau ada yang liat,” lanjutnya.
Anak korban juga mengungkapkan bahwa terduga pelaku adalah ketua RT di lingkungannya.
Sempat Lakukan Mediasi, Mengakui Ada Video di HP-nya tapi Membantah Bukan Pelaku
Sebelum dibawa ke jalur hukum, sudah pernah dilakukan mediasi secara kekeluargaan bersama dengan terduga pelaku dan dihadiri oleh kepala desa.
Disebutkan bahwa pelaku sempat mengakui bahwa ada video korban di kamar mandi, tetapi membantah bahwa ia yang merekam video tersebut.
“Kemudian ditanya video dari mana kalau bukan dia, penyangkalannya itu video kiriman dan ada yang membajak HP. Penyangkalan yang tidak masuk akal,” ungkap anak korban.
“Ketika pelaku dipanggil pihak kepolisian, dia masih tidak mau mengakui juga,” lanjutnya.
Video yang diunggah di media sosial merupakan video yang direkam dari HP milik terduga pelaku, tapi menurut anak korban, HP tersebut sudah di-reset sehingga video lainnya sudah terhapus.
Sudah Pernah Melapor ke Polisi
Dalam unggahan yang sudah diputar lebih dari 10 juta kali penayangan itu juga menyebut bahwa laporan ke jalur hukum telah ditempuh oleh keluarga korban, tapi belum mendapatkan titik terang hingga saat ini
“Saya sudah melapor kepada pihak yang berwajib pada hari Jumat, 10 oktober 2025 pukul 10.25 WIB tapi sampai dengan sekarang belum ada kejelasan sama sekali, jadi saya harus viralkan kasus ini,” kata anak korban.
“Untuk itu, Tolong saya meminta keadilan untuk keluarga saya terutama ibu saya agar kasus ini segera terselesaikan, Terimakasih,” tegasnya.
*
Artikel Terkait
Mirip Marriage Market di China, Viral Fenomena Rocadoh di Mall yang Jadi Ajang Cari Jodoh pada Pusat Belanja RI
Usulan MBG Diganti Uang Rp15 Ribu Selama Puasa, Ingat Lagi Skema Pembagian MBG saat Ramadan yang Disesuaikan dengan Penerima Manfaat
Kurir Sabu via Jasa Kargo Dibekuk Satresnarkoba Polres Kubu Raya, Pelaku Mengaku Sudah Tiga Kali Kirim ke Jakarta
Sadis! Remaja Pepet Motor Korban Lalu Gasak Tas, Duitnya Buat Beli Inex
Siswa Pelempar Molotov di Kubu Raya Dipastikan Tetap Bisa Ikut Ujian Akhir, Hak Pendidikan Dijamin
Polres Kubu Raya Rilis Pengungkapan Kasus Januari–Februari 2026, Komitmen Ciptakan Situasi Aman Jelang Ramadan dan Lebaran
Satreskrim Polres Kubu Raya Rilis Capaian Januari–Februari 2026: Ungkap Curas, Curanmor, Karhutla hingga Kasus PMI Ilegal
Kasus Meninggalnya Bocah 12 Tahun di Sukabumi, Ayah Kandung NS Sebut Istrinya Pernah Melakukan Tindakan Penganiayaan Setahun Lalu
Ayah NS Ceritakan Momen saat Beri Uang Rp50 Ribu Sebelum Kembali ke Pondok, Ungkap Cita-cita sang Anak yang Ingin jadi Kiai
Bupati Kubu Raya Sujiwo Gelar Buka Puasa Bersama Forkopimda, Perkuat Sinergi Antar Lembaga