Umumnya oli asli memiliki botol kemasan yang masih tersegel. Segel inilah yang tidak bisa ditiru oleh oknum pembuat oli palsu.
Selain itu perhatikan juga bodi botol kemasan apakah memiliki potongan bagus atau sudah kusam dan penyok. Bodi kemasan oli asli seharusnya berbentuk normal, tidak penyok atau kusam.
Jika Anda menemukan keadaan botol yang buruk maka bisa dipastikan bahwa oli tersebut palsu.
3. Lihat Label dan Cari Hologram
Selanjutnya Anda bisa melihat label yang ditempel pada kemasan. Oli asli berkualitas pasti menggunakan teknik cetak yang tinggi.
Saat menyentuh label kemasan seharusnya Anda bisa merasakan kualitas cetakan tersebut.
Apabila dalam sekali usap tintanya terhapus maka sudah jelas bahwa oli tersebut palsu. Apabila Anda merasakan bahwa label yang dicetak memiliki kualitas yang baik, coba cari hologram pada bodi botol oli.
Hologram pada kemasan oli asli tidak akan bisa diduplikasi dengan mudah. Biasanya mereka bahkan tidak menyertakan hologram seperti pada oli asli.
Jadi saat hologram tidak ada dalam kemasan maka Anda perlu sadar bahwa oli tersebut palsu.
4. Berbau Aneh
Tiga poin sebelumnya menjelaskan tanda-tanda dari penglihatan dan indra peraba Anda. Jika hal tersebut belum membuat Anda yakin, cobalah cek baunya. Oli asli pasti memiliki bau yang wangi atau setidaknya tidak aneh.
Bau aneh oli akan menandakan bahwa kualitasnya sudah tidak baik. Kalau Anda menemukan oli yang memiliki bau tidak wajar maka sudah pasti oli tersebut palsu.
5. Warna Oli Sudah Keruh
Terakhir Anda bisa membedakannya berdasarkan warna oli. Oli asli yang berkualitas baik seharusnya berwarna kuning cerah layaknya minyak goreng baru.
Warnanya tidak akan keruh atau kecokelatan. Bahkan cairannya masih kental. Ketika Anda menemukan warnanya sudah sangat gelap dan cair maka sangat jelas bahwa oli tersebut palsu.