pendidikan

Pendidik Sebaya Jadi Upaya Pencegahan Bahaya Merokok di SMP Muhammadiyah 1 Pontianak

Jumat, 21 November 2025 | 00:37 WIB
Upaya pencegahan perilaku merokok di kalangan remaja kembali diperkuat melalui kegiatan edukasi yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 1 Pontianak pada Senin, 10 November 2025. (Unggul Ali Sadewo).

SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK - Upaya pencegahan perilaku merokok di kalangan remaja kembali diperkuat melalui kegiatan edukasi yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 1 Pontianak pada Senin, 10 November 2025. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB ini diikuti oleh 30 siswa dan menghadirkan metode pendekatan pendidik sebaya sebagai strategi utama.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Wakil Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Pontianak, Sugeng Rayatno, yang menyampaikan dukungan penuh pihak sekolah terhadap program edukasi kesehatan, khususnya pencegahan perilaku merokok pada remaja.

Setelah pembukaan, panitia membagikan buku saku bahaya merokok bagi remaja kepada seluruh peserta. Selanjutnya, siswa mengerjakan pretest selama 15 menit untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mereka terkait pengaruh teman sebaya dan bahaya merokok.

Materi pertama tentang pengaruh teman sebaya disampaikan oleh Ahmad Irsyad Jamaludin selama 60 menit. Penyampaian materi berlangsung interaktif dan diselingi sesi ice breaking selama 15 menit untuk menjaga antusiasme siswa.

Materi kedua mengenai bahaya merokok bagi remaja dibawakan oleh Dedi Alamsyah selama 60 menit. Dalam pemaparannya, Dedi menekankan pentingnya pemahaman remaja terhadap risiko kesehatan jangka panjang akibat rokok, termasuk bagaimana pengaruh lingkungan dapat memperkuat atau mencegah kebiasaan tersebut.

Setelah seluruh materi disampaikan, siswa kembali mengerjakan post-test dengan tujuan melihat perubahan pengetahuan dan sikap setelah mendapatkan edukasi serta buku saku.

Dedi Alamsyah menjelaskan bahwa berdasarkan hasil uji paired samples test, program ini terbukti memberikan dampak signifikan. “Diketahui ada pengaruh teman sebaya terhadap bahaya merokok pada siswa remaja dengan nilai sig (2-tailed) 0,000 baik pada pretest maupun post-test. Nilai 95% Confidence Interval menunjukkan rentang lower 6,024365–upper 9,509 serta lower 5,974–upper 11,692,” ujarnya.

Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa setelah mengikuti rangkaian kegiatan.

Sepanjang jalannya acara, siswa terlihat sangat bersemangat dan aktif berpartisipasi hingga kegiatan berakhir. Panitia kegiatan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, serta seluruh guru SMP Muhammadiyah 1 Pontianak yang telah memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya edukasi ini.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan remaja semakin sadar akan bahaya merokok dan mampu saling menguatkan melalui peran pendidik sebaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas rokok.

Tags

Terkini