SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK - Dalam rangka memeriahkan Milad Muhammadiyah ke-113, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Pontianak menggelar seminar dan buku bedah berjudul “Surya di Khatulistiwa: Sejarah Muhammadiyah Kalimantan Barat 1925–1949”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Universitas Muhammadiyah Pontianak pada Selasa, 18 November 2025.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, para dosen Universitas Muhammadiyah Pontianak, serta warga dan simpatisan Muhammadiyah dari berbagai daerah. Suasana berlangsung hangat dan penuh antusias, mengingat buku yang dibedah mengangkat sejarah penting perjalanan Muhammadiyah di Kalimantan Barat sejak masa awal berdirinya.
Penulis buku Surya di Khatulistiwa, Mohammad Rikaz Prabowo, turut hadir sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan alasan kuat di balik penulisan buku tersebut.
“Alasan saya menulis buku ini karena saya tertarik dengan sejarah. Muhammadiyah mempunyai peran penting dalam pergerakan kebangsaan di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa karya tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada Muhammadiyah. “Selain itu, saya ingin mengabdikan bakti saya kepada Muhammadiyah, karena saya tergabung di PWM sehingga harus memberikan sumbangsih. Ini juga merupakan program MPI untuk menghadirkan buku-buku sejarah Muhammadiyah,” tambahnya.
Rikaz juga menyampaikan pesan kepada para peserta agar terus menjaga semangat gerakan Muhammadiyah. “Tetap bersemangat, tetap hidupkan Muhammadiyah. Jangan lupakan jasa para perintis Muhammadiyah di Kalimantan Barat. Muhammadiyah bisa sebesar ini karena para perintis yang mengajarkan nilai-nilai dan suri teladan yang sangat positif,” tuturnya.
Kegiatan seminar dan bedah buku ini menjadi salah satu rangkaian penting Milad Muhammadiyah ke-113 di Kalimantan Barat. Selain memperkaya wawasan sejarah, acara ini diharapkan dapat menguatkan kembali semangat gerakan dan pengabdian Muhammadiyah dalam membangun masyarakat yang berkemajuan.
Artikel Terkait
TIM PKM-RSH FAKULTAS HUKUM UM PONTIANAK LOLOS PIMNAS 38
Mentan Amran Bicara Soal Serakahnomic di Bisnis Beras, Ungkap Penggilingan Kecil Dimatikan hingga Beras Oplosan Dijual Premium
Pigai Bicara Perannya Sejak Masa Perjuangan Prabowo hingga Masuk Kabinet: Saya yang Berjuang
Buka Suara soal Polemik Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Pakar Hukum Teuku Nasrullah Bilang Begini
Satu Awak Kapal KM Margana Sakti Ditemukan Meninggal di Perairan Padang Tikar
Bicara Soal Kekayaan Menteri, Natalius Pigai Singgung Simpanan Puluhan Miliar Pejabat Harus Diragukan
Longsor Cilacap Jadi Pertanda Waspada, Ketahui Retakan 'Tapal Kuda' Pemicu Risiko Tanah Meluncur di Musim Hujan
Rugikan Negara hingga Rp112,35 Miliar, Kemendag Musnahkan Balpres Impor Pakaian Bekas Hasil Sitaan Agustus 2025
Operasi SAR Hari Ketiga Longsor Cilacap: 2 Korban Ditemukan, 17 Masih Dicari
Derahman Apresiasi Sosialisasi Imunisasi Kejar, Dorong Kubu Raya Tingkatkan Cakupan Imunisasi Anak