daerah

FKDM Kalbar Perkuat Kewaspadaan Dini Lewat Dialog Kebangsaan, Libatkan Tokoh Adat hingga Mahasiswa

Selasa, 23 Desember 2025 | 11:26 WIB
FKDM Kalbar Perkuat Kewaspadaan Dini Lewat Dialog Kebangsaan, Libatkan Tokoh Adat hingga mahasiswa

Salah satu peserta dialog dari kalangan mahasiswa, Devi Ananda Pratama, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Universitas PGRI Pontianak, mengapresiasi kegiatan dialog kebangsaan yang digelar FKDM Kalbar.

Menurutnya, forum ini memberikan pemahaman baru bagi mahasiswa tentang pentingnya peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan stabilitas daerah.

“Dialog ini sangat penting karena membuka wawasan kami sebagai mahasiswa bahwa menjaga kondusivitas daerah bukan hanya tugas aparat atau pemerintah, tetapi juga tugas pemuda dan mahasiswa,” ujar Devi Ananda Pratama.

Ia menilai, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi penyeimbang di tengah masyarakat, terutama dalam menyikapi isu-isu sensitif yang berkembang di media sosial.

“Di era digital, informasi sangat cepat menyebar. Mahasiswa harus hadir untuk meluruskan informasi, mengedukasi masyarakat, dan mengajak pada dialog yang sehat,” katanya.

Devi juga menyatakan kesiapan BEM SI Universitas PGRI Pontianak untuk berkolaborasi dengan FKDM Kalbar dalam kegiatan edukasi kebangsaan.

“Kami siap bersinergi dengan FKDM, baik melalui diskusi kampus, kegiatan sosial, maupun kampanye digital yang menekankan nilai toleransi, inklusivitas, dan persatuan,” tegasnya.

Dialog Interaktif dan Rekomendasi Kebijakan

Dialog berlangsung interaktif dengan sejumlah peserta menyampaikan pandangan serta pengalaman terkait dinamika sosial di wilayah masing-masing. Isu potensi konflik berbasis identitas, peran pemuda, serta penguatan literasi kebangsaan menjadi topik utama diskusi.

Seluruh masukan tersebut akan dirangkum FKDM Kalbar sebagai bahan rekomendasi kepada pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pencegahan konflik sosial.

Wujudkan Kalbar yang Damai dan Berkelanjutan

Melalui dialog kebangsaan ini, FKDM Provinsi Kalimantan Barat berharap terbangun sinergi berkelanjutan antara pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan generasi muda dalam menjaga keamanan dan keharmonisan sosial.

“Kalbar yang damai, inklusif, dan berkelanjutan hanya bisa terwujud jika seluruh elemen masyarakat berjalan bersama,” pungkas M. Sani.

Dialog ini menjadi bagian dari komitmen FKDM Kalbar dalam memperkuat kewaspadaan dini berbasis partisipasi masyarakat demi terjaganya persatuan dan stabilitas di Bumi Khatulistiwa.

Halaman:

Tags

Terkini