FKDM Kalbar Perkuat Kewaspadaan Dini Lewat Dialog Kebangsaan, Libatkan Tokoh Adat hingga Mahasiswa

photo author
Sudarsono Ocon, Siber Kalimantan
- Selasa, 23 Desember 2025 | 11:26 WIB
FKDM Kalbar Perkuat Kewaspadaan Dini Lewat Dialog Kebangsaan, Libatkan Tokoh Adat hingga mahasiswa
FKDM Kalbar Perkuat Kewaspadaan Dini Lewat Dialog Kebangsaan, Libatkan Tokoh Adat hingga mahasiswa

SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAKForum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat peran strategis masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah. Salah satunya melalui kegiatan dialog kebangsaan yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, mahasiswa, serta pelajar, yang digelar di Hotel Mercure Pontianak. Selasa, 23 Desember 2025.

Dialog yang mengusung tema “Kolaborasi dalam Mewujudkan Kalbar yang Kondusif, Inklusif, Beragam dan Berkelanjutan” ini menjadi ruang komunikasi lintas elemen masyarakat untuk membangun kesadaran bersama akan pentingnya deteksi dini terhadap potensi konflik sosial di tengah keberagaman Kalimantan Barat.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan sebagai narasumber, serta diikuti ratusan peserta dari berbagai organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan komunitas adat.

FKDM Dorong Deteksi Dini Berbasis Partisipasi Masyarakat

Ketua FKDM Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Sani, menegaskan bahwa FKDM memiliki peran penting sebagai wadah komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“FKDM ini hadir untuk membaca tanda-tanda awal di tengah masyarakat. Kita ingin setiap potensi konflik bisa dicegah sejak dini melalui komunikasi dan kolaborasi,” ujar M. Sani dalam wawancara usai pembukaan kegiatan.

Ia menekankan bahwa Kalimantan Barat sebagai daerah yang majemuk membutuhkan kewaspadaan kolektif dari seluruh elemen masyarakat.

“Keberagaman suku, agama, dan budaya adalah kekuatan Kalbar. Namun tanpa pengelolaan yang baik, perbedaan ini bisa disalahgunakan. Karena itu, kewaspadaan dini menjadi tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Menurut Sani, peran tokoh adat dan tokoh masyarakat sangat strategis karena memiliki pengaruh kuat di akar rumput.

“Pendekatan kultural sering kali lebih efektif. Tokoh adat dan tokoh masyarakat adalah pilar utama dalam menjaga harmoni sosial,” tambahnya.

Peran Pemuda dan Mahasiswa Jadi Fokus FKDM

Selain tokoh masyarakat, FKDM Kalbar juga memberikan perhatian besar terhadap keterlibatan generasi muda, khususnya pemuda dan mahasiswa, yang dinilai memiliki peran krusial di era digital.

“Pemuda dan mahasiswa ini sangat cepat menerima dan menyebarkan informasi. Mereka harus menjadi penyaring informasi, bukan justru menjadi bagian dari penyebaran isu yang berpotensi memecah belah,” tegas M. Sani.

Ia berharap dialog kebangsaan ini dapat melahirkan agen-agen perdamaian di kalangan generasi muda.

Mahasiswa BEM SI: Siap Jadi Mitra Strategis Jaga Kondusivitas

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sudarsono Ocon

Sumber: siberkalimantan.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X