Salah satu peserta dialog dari kalangan mahasiswa, Devi Ananda Pratama, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Universitas PGRI Pontianak, mengapresiasi kegiatan dialog kebangsaan yang digelar FKDM Kalbar.
Menurutnya, forum ini memberikan pemahaman baru bagi mahasiswa tentang pentingnya peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan stabilitas daerah.
“Dialog ini sangat penting karena membuka wawasan kami sebagai mahasiswa bahwa menjaga kondusivitas daerah bukan hanya tugas aparat atau pemerintah, tetapi juga tugas pemuda dan mahasiswa,” ujar Devi Ananda Pratama.
Ia menilai, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi penyeimbang di tengah masyarakat, terutama dalam menyikapi isu-isu sensitif yang berkembang di media sosial.
“Di era digital, informasi sangat cepat menyebar. Mahasiswa harus hadir untuk meluruskan informasi, mengedukasi masyarakat, dan mengajak pada dialog yang sehat,” katanya.
Devi juga menyatakan kesiapan BEM SI Universitas PGRI Pontianak untuk berkolaborasi dengan FKDM Kalbar dalam kegiatan edukasi kebangsaan.
“Kami siap bersinergi dengan FKDM, baik melalui diskusi kampus, kegiatan sosial, maupun kampanye digital yang menekankan nilai toleransi, inklusivitas, dan persatuan,” tegasnya.
Dialog Interaktif dan Rekomendasi Kebijakan
Dialog berlangsung interaktif dengan sejumlah peserta menyampaikan pandangan serta pengalaman terkait dinamika sosial di wilayah masing-masing. Isu potensi konflik berbasis identitas, peran pemuda, serta penguatan literasi kebangsaan menjadi topik utama diskusi.
Seluruh masukan tersebut akan dirangkum FKDM Kalbar sebagai bahan rekomendasi kepada pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pencegahan konflik sosial.
Wujudkan Kalbar yang Damai dan Berkelanjutan
Melalui dialog kebangsaan ini, FKDM Provinsi Kalimantan Barat berharap terbangun sinergi berkelanjutan antara pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan generasi muda dalam menjaga keamanan dan keharmonisan sosial.
“Kalbar yang damai, inklusif, dan berkelanjutan hanya bisa terwujud jika seluruh elemen masyarakat berjalan bersama,” pungkas M. Sani.
Dialog ini menjadi bagian dari komitmen FKDM Kalbar dalam memperkuat kewaspadaan dini berbasis partisipasi masyarakat demi terjaganya persatuan dan stabilitas di Bumi Khatulistiwa.
Artikel Terkait
Co-Director of Cooperation and External Engagement Head of Government Task Force Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI), Aisha Rasyidila Kusumasoma
Profil Suyudi Ario Seto, Kepala BNN yang Baru Dilantik Presiden Prabowo pada Agustus 2025 tapi Gacor Tangkap Penyelundup Sabu 2 Ton
BNN: Gabungan APH dan Interpol Berhasil Bongkar 9 Jaringan Narkoba Internasional, Salah Satunya Penyelundupan 2 Ton Sabu di Kamboja
Danantara Indonesia dan BP BUMN Hadir untuk Rakyat: Lebih dari 1.000 Relawan dan 109 Truk Bantuan Dikerahkan Tangani Bencana Sumatera
Danantara Indonesia dan BP BUMN Lakukan Operasi Kemanusiaan Terpadu, Siapkan Relawan hingga Huntara Pascabencana
Peringati Hari Bela Negara, BUMN Tegaskan Tanggung Jawab Kebangsaan Lewat Aksi Nyata Penanganan Bencana
Simposium Negarawan IKA FH UM Pontianak Perkuat Sinergi Implementasi KUHP Nasional di Kalbar
PDM Kota Pontianak Gelar Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah di Al Maun Center
Derahman Terpilih sebagai Ketua KNPI Kubu Raya Masa Bakti 2026–2029
Syarief Abdullah Alkadrie Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Kubu Raya