Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa silat merupakan seni budaya yang menjadi bagian dari khazanah kekayaan bangsa Indonesia, termasuk Silat Tradisi Sendeng Pukol Tujoh yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Melayu Kalimantan Barat.
“Silat adalah seni budaya yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Harapan kita ke depan, Silat Pukol Tujoh ini dapat terus dilestarikan, tidak hanya oleh orang-orang tua, tetapi juga oleh generasi muda, agar benar-benar menjadi budaya Melayu yang tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan,” tegasnya.
Menurutnya, keberlangsungan dan kelestarian silat tradisi sangat bergantung pada rasa kebersamaan antara para guru dan murid, serta kuatnya persatuan dan kesatuan di antara seluruh perguruan dan komunitas silat.
“Mari kita saling membangun kebersamaan, menjaga persatuan dan kesatuan. Kalau bukan kita siapa lagi, dan kalau bukan sekarang kapan lagi. Kebersamaan inilah yang akan menjaga silat tetap lestari di bumi Galah Herang Kabupaten Mempawah,” lanjutnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur karena Ziarah Akbar ke-5 ini dihadiri oleh Jamaah dari berbagai daerah se-Kalimantan Barat, seperti Sintang, Kubu Raya, Mempawah, Pontianak, dan daerah lainnya. Hal tersebut dinilai sebagai pertanda kuat bahwa silat tradisi masih hidup dan menjadi sarana penting dalam membangun karakter generasi muda.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi pertanda untuk membangkitkan kembali bahwa silat adalah budaya yang dapat membangun rasa kebersamaan, mendidik generasi muda agar memiliki cinta tanah air, serta memperkuat persatuan dan kesatuan di antara kita,” katanya.
Di akhir sambutannya, Drs. H. Ismail, M.M menyampaikan ucapan selamat dan doa kepada seluruh jajaran Yayasan Silat Tradisi Sendeng Pukol Tujoh Indok Pontianak Borneo, para pengurus, guru-guru, serta murid yang telah menyukseskan kegiatan Ziarah Akbar ke-5 tersebut.
“Saya ucapkan selamat kepada seluruh jajaran yayasan, pengurus, dan guru-guru yang telah menggelar kegiatan haul atau ziarah akbar ini. Semoga segala doa yang dipanjatkan, sekecil apa pun, mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT,” tutupnya.
Ziarah Akbar ke-5 ini tidak hanya menjadi momentum doa dan penghormatan kepada para pengasas, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat nilai-nilai budaya Melayu, serta meneguhkan komitmen bersama untuk melestarikan Silat Tradisi Sendeng Pukol Tujoh agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus di masa mendatang.