Penampilan Paduan Suara SD Maytreawira Ketapang Memukau Kegiatan KREASI MU Ketapang

photo author
Samsul Cah, Siber Kalimantan
- Senin, 2 Februari 2026 | 10:41 WIB
 KREASI MU Ketapang, Pada jumat , 30 Januari 2026
KREASI MU Ketapang, Pada jumat , 30 Januari 2026

SIBERKALIMANTAN.COM, KETAPANG — Penampilan paduan suara inklusi dari SD Maytreawira Ketapang menjadi salah satu momen istimewa dalam rangkaian kegiatan KREASI MU Ketapang yang digelar pada jumat , 30 Januari 2026, di Hotel Grand Zuri Ketapang. Dengan penuh semangat, para siswa membawakan Mars Muhammadiyah dan berhasil memukau seluruh peserta yang hadir.

Baca Juga: Pengemudi Mobil Diduga Paksa Terobos Lampu Merah hingga Ludahi Pemotor di Bekasi, Warganet: Laporin, Jangan Mau Damai

Penampilan tersebut tidak hanya menghadirkan suasana khidmat dan penuh semangat, tetapi juga menjadi simbol kuat penerapan nilai inklusi dalam dunia pendidikan. Anak-anak tampil percaya diri di atas panggung, menunjukkan bahwa setiap peserta didik memiliki potensi dan ruang untuk berkarya tanpa dibatasi oleh latar belakang apa pun.

Program Koordinator KREASI MU Ketapang, Santoso Setio, menyampaikan bahwa kehadiran paduan suara dari SD Maytreawira Ketapang merupakan bukti nyata bahwa program KREASI MU bersifat terbuka dan inklusif.

“Penampilan SD Maytreawira Ketapang ini adalah bukti bahwa program KREASI MU terbuka untuk siapa saja, tanpa melihat latar belakang. Kami ingin memastikan bahwa semua sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi,” ujar Santoso.

Baca Juga: Program KREASI Muhammadiyah Ketapang Gelar Dialog Pendidikan Perkuat Riset dan Praktik Berbasis Bukti

Lebih lanjut, Santoso menegaskan bahwa tujuan utama KREASI MU adalah berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas, sehingga setiap anak mendapatkan hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irwan Akib, menekankan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta menghargai keberagaman. Menurutnya, pendidikan harus menanamkan nilai toleransi, kebhinekaan, dan persatuan sejak usia dini, mengingat Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat.

Ia juga mengingatkan bahwa egoisme berbasis agama, suku, maupun kelompok perlu dikelola dengan baik agar persatuan Indonesia tetap terjaga. Pendidikan, lanjut Irwan, bukan hanya menjadi tanggung jawab dinas pendidikan semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, masyarakat, dan lingkungan.

Baca Juga: Tinggi Muka Air Sempat Naik pada Jumat Dini Hari, Sirine Peringatan Banjir di Bekasi Bunyi Lagi

“Diperlukan kolaborasi horizontal dan vertikal untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu. Jika ingin mencapai Indonesia Emas 2045, maka perhatian serius terhadap pendidikan, khususnya di Kabupaten Ketapang, harus dijaga dan diperkuat sejak sekarang,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Samsul Cah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X