daerah

Ketua DPRD Pontianak Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang Imlek, Cap Go Meh dan Ramadhan di tahun 2026

Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:21 WIB
SATARUDIN SH MH KETUA DPRD KOTA PONTIANAK PERIODE 2024-2029

SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK - Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, S.H., M.H., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana kondusif menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang tahun ini berdekatan dengan momentum Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Hal itu disampaikannya dalam wawancara pada 12 Februari 2026.

Menurut Satarudin, seluruh stakeholder di Kota Pontianak telah melakukan rapat koordinasi guna memastikan pelaksanaan perayaan Imlek dan Cap Go Meh berjalan tertib serta tetap menghormati umat Muslim yang akan menjalankan ibadah puasa.

“Yang jelas, seluruh stakeholder Kota Pontianak sudah melakukan rapat koordinasi terkait dengan Cap Go Meh dan Imlek ini, dan sudah disepakati juga bahwa kegiatan itu diadakan setelah lepas Ramadhan,” ujarnya.

Baca Juga: Titik Karhutla Kembali Muncul di Kabupaten Kubu Raya, 20 Personel Diterjunkan

Ia menjelaskan, koordinasi tidak hanya dilakukan di satu tempat. Sehari sebelumnya, rapat pembahasan juga digelar di Rumah Dinas  Ketua DPRD Kota Pontianak dan dilanjutkan dengan pertemuan di Kantor Wali Kota Pontianak. Fokus pembahasan adalah menyelaraskan agenda perayaan budaya dengan situasi bulan suci, sehingga tidak menimbulkan gesekan sosial.

“Untuk menuju Kota Pontianak yang semakin baik, semua pihak harus terlibat. Dalam Cap Go Meh dan bulan Ramadhan ini, semua pihak juga diundang untuk membicarakan bersama. Kemarin cukup ramai yang hadir, dan ini menunjukkan komitmen kita bersama,” tegasnya.

Satarudin menilai, Pontianak selama ini dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman. Karena itu, ia berharap momentum Imlek, Cap Go Meh, dan Ramadhan justru semakin memperkuat persatuan.

Baca Juga: Bupati Kubu Raya Dampingi Anggota Komisi V DPR RI Tinjau Pembangunan Jalan Lingkar Desa Durian–Pasak

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kota Pontianak untuk sama-sama menjaga momentum yang baik ini. Di bulan Ramadhan ini juga ada Cap Go Meh yang biasanya diadakan malam hari. Mari kita sama-sama menjaga suasana kondusif di Kota Pontianak yang sudah sangat baik ini,” katanya.

Selain isu kondusivitas, Ketua DPRD juga menyoroti kondisi kebutuhan bahan pokok menjelang Ramadhan dan Lebaran. Secara umum, ia menyebut stok barang pokok di Kota Pontianak masih dalam kondisi stabil, meski terdapat informasi kenaikan harga pada komoditas tertentu seperti bawang.

“Dalam momentum ini, kebutuhan barang pokok masih stabil. Cuma saya dapat info harga bawang yang tinggi. Nanti saya minta komisi terkait untuk meninjau stok kebutuhan menjelang Ramadhan dan Lebaran, apakah masih melimpah atau ada berkurang,” ungkapnya.

Baca Juga: Dua Korban Tenggelam di Sungai Kapuas Ditemukan Tim SAR Gabungan

Ia menegaskan DPRD akan melakukan cross-check bersama dinas terkait guna memastikan ketersediaan stok tetap aman dan distribusi berjalan lancar. Pengawasan juga akan diperketat untuk mencegah praktik penimbunan yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Kalau misalnya ada temuan yang melakukan penimbunan, tentu itu ranahnya pihak berwajib. Kita akan sering berkoordinasi supaya tidak ada penimbunan yang terjadi di Kota Pontianak ini, terutama menjelang Ramadhan dan Lebaran,” tegasnya.

Terkait fluktuasi harga, Satarudin mengakui bahwa dinamika pasar seringkali dipengaruhi berbagai faktor, termasuk distribusi dan implikasi biaya dari pedagang. Namun demikian, pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan secara berkala di pasar-pasar tradisional.

Halaman:

Tags

Terkini