“Pemerintah Kota Pontianak juga akan terus memantau perkembangan harga di pasar-pasar tradisional. Kita ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadhan dan merayakan hari besar keagamaan dengan tenang, tanpa terbebani lonjakan harga yang tidak wajar,” pungkasnya.
Dengan koordinasi lintas sektor dan semangat kebersamaan, DPRD Kota Pontianak berharap seluruh rangkaian perayaan keagamaan dan budaya di awal tahun 2026 ini dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh toleransi, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Artikel Terkait
Kantor SAR Pontianak Gelar SAR Go To School, Tanamkan Keselamatan Sejak Usia Dini
FKUB dan DPD LDII Pontianak Gelar Penguatan Kerukunan dan Moderasi Beragama
Pelantikan Bersama IDI, PERDOKHI, dan PDTDI Kalbar, Asep Ahmad Saefullah Resmi Pimpin PERDOKHI Kalimantan Barat
Syariful Hidayatullah Terpilih sebagai Koordinator Pusat Forum Koordinasi BEM se-Kalimantan Barat
Guru Jadi Garda Terdepan Tangkal Neo-Nazi dan White Supremacy di Lingkungan Sekolah
BAKORDA HIPMI PT Kalbar Periode 2026–2028 Resmi Dilantik, Wagub Dorong Pengusaha Muda Jadi Pemeran Utama
Pencarian Dua Anak Tenggelam di Sungai Kapuas Masih Berlangsung, Satu Korban Ditemukan
Bupati Kubu Raya Dampingi Anggota Komisi V DPR RI Tinjau Pembangunan Jalan Lingkar Desa Durian–Pasak
Dua Korban Tenggelam di Sungai Kapuas Ditemukan Tim SAR Gabungan
Titik Karhutla Kembali Muncul di Kabupaten Kubu Raya, 20 Personel Diterjunkan