SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA - Momentum bulan suci Ramadhan menjadi ajang mempererat silaturahmi bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menghadiri acara buka puasa bersama di kediaman Wakil Bupati Sukiryanto, Jalan Sepakat II, Pontianak pada Sabtu 7 Maret 2026.
Dalam penyampaiannya, Bupati Sujiwo menekankan bahwa kepemimpinan mereka merupakan paket "Dwi Tunggal" yang tidak terpisahkan. Ia menegaskan bahwa harmonisasi antara Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah kunci utama dalam menjalankan roda pemerintahan.
Baca Juga: Kubu Raya Terkepung Asap Tebal Pagi Ini, Polisi Pastikan Pelaku Pembakar Lahan Bakal Diproses Hukum
Sinergi Tanpa Kompetisi
Sujiwo mengungkapkan bahwa banyak kegagalan kepemimpinan daerah terjadi karena Kepala Daerah menganggap Wakilnya sebagai kompetitor. Namun, di Kubu Raya, ia memastikan pembagian tugas berjalan efektif melalui pendelegasian wewenang.
"Saya merasa ringan dengan kehadiran Pak Wabup. Masalah perizinan, peningkatan PAD, hingga penanganan stunting saya delegasikan kepada beliau. Dengan begitu, saya bisa lebih banyak turun ke lapangan menemui masyarakat," ujar Sujiwo.
Baca Juga: Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Gelar Refleksi Kebangsaan Ramadhan
Ia mengibaratkan hubungan mereka seperti pasangan suami istri yang saling melengkapi, bukan bersaing.
"Kami ini paket, bukan kompetitor. Persoalan Pak Wabup adalah persoalan saya, begitu juga sebaliknya," tegasnya.
Keberhasilan adalah Kerja Kolektif
Bupati juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran OPD, Forkopimda, hingga masyarakat Kubu Raya. Menurutnya, segala capaian pembangunan selama satu tahun terakhir adalah hasil kerja keras kolektif.
Ia mencontohkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menata lingkungan dan mendukung program pemerintah sebagai bukti kepercayaan publik yang besar.
Muhasabah di Bulan Ramadhan
Memasuki tahun kedua masa jabatan, Sujiwo mengajak seluruh pejabat publik - mulai dari Sekda, Kepala OPD, hingga Camat dan Kepala Desa - untuk melakukan kontemplasi atau evaluasi diri di bulan Ramadhan ini.
"Mari kita bertanya kepada hati nurani, sudahkah saya menjadi pemimpin yang baik? Kejujuran itulah yang harus kita pegang teguh untuk memperbaiki diri ke depan," ajaknya.