daerah

Sidak SPBU Kubu Raya: Bupati Soroti Kelangkaan BBM dan Antrean Panjang

Jumat, 20 Maret 2026 | 18:39 WIB
Menjelang Hari Raya Idulfitri, kondisi ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Kubu Raya tengah berada dalam status waspada. Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo

SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA - Menjelang Hari Raya Idulfitri, kondisi ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Kubu Raya tengah berada dalam status waspada. Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menemukan fakta mengejutkan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Jumat 20 Maret 2026.

Dalam pantauannya, orang nomor satu di Kubu Raya tersebut mendapati beberapa SPBU berhenti beroperasi. Tak tanggung-tanggung, kekosongan stok dilaporkan terjadi selama lima hingga tujuh hari berturut-turut, yang memicu antrean mengular di titik-titik lainnya.

"Kami berkeliling dan menemukan ada SPBU yang tutup karena stok habis sampai 6–7 hari. Ini persoalan serius yang harus segera diatasi," tegas Sujiwo di sela-sela sidaknya.

Baca Juga: Bupati Kubu Raya Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Lonjakan Permintaan Capai 4 Kali Lipat

Bupati Sujiwo mengungkapkan adanya anomali data di lapangan. Berdasarkan proyeksi Pertamina, kenaikan permintaan BBM menjelang Lebaran biasanya hanya berkisar di angka 6%. Namun, realita saat ini menunjukkan lonjakan hingga lebih dari 20%.
"Artinya ada lonjakan hampir empat kali lipat dari prediksi awal. Ini butuh evaluasi total. Kita tidak perlu saling menyalahkan, tapi Pertamina, pengusaha SPBU, dan pemerintah harus introspeksi," tambahnya.

Pertamax Ikut "Ghaib", Aparat Diminta Sikat Penimbun

Selain masalah Pertalite, Sujiwo menyoroti hilangnya BBM jenis Pertamax dari pasaran. Ia menilai hilangnya stok Pertamax sangat tidak wajar karena statusnya sebagai BBM non-subsidi yang seharusnya menjadi katup penyelamat saat stok subsidi menipis.

Menanggapi situasi yang meresahkan warga ini, Bupati meminta aparat penegak hukum tidak segan-segan bertindak.

  • Ketegasan Hukum: Sujiwo meminta polisi memproses siapa pun oknum yang terbukti melakukan penimbunan.
  • Manajemen Antrean: SPBU diminta menghitung cermat stok per jam agar warga tidak kecewa setelah mengantre berjam-jam.
  • Transparansi Stok: Pertamina didesak untuk terbuka mengenai kendala distribusi yang terjadi.

Baca Juga: Suasana Hangat Penuh Kebahagiaan Warnai Pelepasan Mudik Gratis di Kantor Gubernur Kalbar

Klarifikasi Pihak SPBU: Distribusi Terhambat

Terpisah, Pengawas SPBU Teluk Bulus, Asroji, mengakui adanya kendala teknis dalam pelayanan. Menurutnya, keterlambatan pengiriman dari pihak distributor menjadi faktor utama kosongnya tangki pendam di SPBU.

"Kami hanya menyalurkan apa yang datang. Begitu suplai terlambat, otomatis layanan terganggu dan antrean panjang tidak terelakkan. Kami terus berkoordinasi agar pengiriman dipercepat," pungkas Asroji.

Bupati Sujiwo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pemkab Kubu Raya bersama Forkopimda memastikan akan terus mengawal ketersediaan energi hingga hari raya tiba.

Tags

Terkini