SIBERPONTIANAK.COM, PONTIANAK – Dalam upaya membangun kesadaran dan kepedulian kaum muda terhadap isu-isu daerah, Federasi Organisasi Mahasiswa Daerah Se-Kalimantan Barat (FOMDA Kalbar) menggelar kegiatan dialog interaktif bertema “Tantangan dan Peran Pemuda dalam Meningkatkan IPM melalui Layanan Kesehatan di Daerah”. Kegiatan ini berlangsung pada
Dialog ini menghadirkan berbagai kalangan pemuda dan mahasiswa yang antusias berdiskusi terkait peran strategis generasi muda dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya melalui sektor kesehatan.
Baca Juga: STAI Al-Haudl Ketapang Resmi Diserahkan kepada Muhammadiyah
Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Isu Kesehatan FOMDA Kalbar, Julianti Pramita, menegaskan bahwa peningkatan layanan kesehatan di Kalimantan Barat harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah, bukan sekadar pemerataan semata.
“Peningkatan layanan kesehatan di Kalimantan Barat harus berbasis kebutuhan wilayah, bukan sekadar pemerataan. Pemerintah perlu hadir secara kuat untuk memastikan akses layanan kesehatan yang adil, terutama hingga ke daerah terpencil,” ujarnya.
Lebih lanjut, Julianti juga mendorong keterlibatan aktif pemuda sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Ia menilai, peran pemuda sangat penting melalui edukasi, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor.
Baca Juga: Muskab III Perbakin Kubu Raya 2026-2030, Sujiwo Tegaskan Pentingnya Kaderisasi
“Kami berharap pemuda dapat menjadi penggerak perubahan melalui edukasi, inovasi, dan kolaborasi. Dengan begitu, kualitas kesehatan masyarakat dapat meningkat dan berdampak langsung pada peningkatan IPM daerah,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya penyusunan rencana strategis bersama yang tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi dapat direalisasikan secara nyata ke depan sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap pembangunan daerah.
Melalui kegiatan ini, FOMDA Kalbar berharap dapat menumbuhkan kesadaran kritis serta memperkuat peran pemuda dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, khususnya di sektor kesehatan yang menjadi salah satu indikator utama dalam peningkatan IPM.