SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan tanggapan serius terkait kecelakaan tunggal yang menimpa bus DAMRI rute Sintang-Pontianak di wilayah Kabupaten Sanggau kemarin. Krisantus menilai kondisi infrastruktur jalan di lokasi kejadian sudah tidak layak dan sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Jalur Ekstrem dan Berisiko Tinggi
Menurut Krisantus, titik jalan nasional yang berada di bantaran Sungai Kapuas tersebut memiliki kontur yang sangat ekstrem dengan turunan dan tikungan tajam hingga 45 derajat. Kondisi ini dinilai sangat berisiko, terutama bagi kendaraan besar.
"Jalan itu sudah tidak layak. Tikungannya 45 derajat dan turunan tepat di pinggir Sungai Kapuas. Jika ada kesalahan sedikit saja pada rem, kendaraan dipastikan masuk ke sungai," ujar Krisantus.
Selain faktor alam, ia menyoroti kepadatan rumah penduduk di sepanjang jalur tersebut. Jarak antara pintu rumah warga dengan badan jalan yang sangat dekat dianggap mengancam keselamatan warga sekitar, khususnya anak-anak. Belum lagi risiko pohon tumbang yang sering menimpa kendaraan di jalur tersebut.
Dorong Pengalihan Jalur ke Pemerintah Pusat
Mengingat status jalan tersebut adalah jalan nasional, Krisantus menyatakan akan mendorong pemerintah pusat untuk segera melakukan pengalihan jalur. Ia menyebut bahwa rintisan jalan alternatif melalui jalur atas sudah tersedia dan jauh lebih aman.
"Kita akan dorong pemerintah pusat agar dibuat pengalihan. Kita pindahkan jalan nasional agar tidak lagi di bantaran Sungai Kapuas. Jika lewat jalur atas, saya yakin akan lebih aman sehingga kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari," tegasnya.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Trans Kalimantan Kubu Raya: Pemotor Tewas Usai Bertabrakan dengan Dump Truk
Soroti Kelayakan Armada dan Pentingnya Uji KIR
Menanggapi isu dugaan rem blong pada armada bus DAMRI, Wagub Kalbar juga menekankan pentingnya pengawasan kelayakan kendaraan secara rutin. Ia meminta agar fasilitas jembatan timbang dan proses uji emisi serta KIR kembali difungsikan secara maksimal.
"KIR rutin itu sangat diperlukan untuk menilai kelayakan kendaraan, baik kendaraan angkutan barang maupun umum. Jangan dianggap barang ini tidak penting," pungkas Krisantus.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan bus tersebut, sembari pemerintah daerah mempersiapkan langkah koordinasi dengan pusat terkait perbaikan infrastruktur jalan di Kalimantan Barat.
Artikel Terkait
Diduga Ribet Minta Izin Manajer, Petugas Pom Bensin di Semarang Diprotes usai Telat Beri APAR di Insiden Kebakaran Motor
Curhat Warga Jakarta yang Keluhkan Aplikasi JAKI, Laporkan Parkir Liar tapi Diduga Hasilnya Hanya Jepretan AI
Kronologi Kecelakaan Maut yang Libatkan Truk TNI di Jakbar versi Kadispenad, Pemotor Dilaporkan Hilang Kendali hingga Terjatuh
Minim Peminat Jadi Tantangan, Distan Kalbar Ajak Semua Elemen Termasuk Pesantren Galakkan Pertanian
Kisah Haru Bu Eli di Sui Itik, Bupati Sujiwo Pastikan Bangunkan Rumah Layak Huni
AKBP Kadek Ary Mahardika Tegaskan Seleksi Bersih, Lolos Polres Lanjut ke Polda Kalbar
Kecelakaan Maut di Trans Kalimantan Kubu Raya: Pemotor Tewas Usai Bertabrakan dengan Dump Truk
Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Riam Kecala Sanggau
Mahasiswa BEM KB Untan Gelar Aksi di DPRD Kalbar, Desak Penuntasan Kasus Kekerasan Aparat
Buka Muskab III Perbakin Kubu Raya, Wagub Krisantus Tekankan Peningkatan Infrastruktur dan Atlet Profesional