Wagub Kalbar Desak Pemerintah Pusat Alihkan Jalur Nasional di Sanggau Pasca Kecelakaan Bus DAMRI

photo author
Sudarsono Ocon, Siber Kalimantan
- Selasa, 7 April 2026 | 23:21 WIB
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan tanggapan serius terkait kecelakaan tunggal yang menimpa bus DAMRI rute Sintang-Pontianak
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan tanggapan serius terkait kecelakaan tunggal yang menimpa bus DAMRI rute Sintang-Pontianak

SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan tanggapan serius terkait kecelakaan tunggal yang menimpa bus DAMRI rute Sintang-Pontianak di wilayah Kabupaten Sanggau kemarin. Krisantus menilai kondisi infrastruktur jalan di lokasi kejadian sudah tidak layak dan sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

​Jalur Ekstrem dan Berisiko Tinggi

Menurut Krisantus, titik jalan nasional yang berada di bantaran Sungai Kapuas tersebut memiliki kontur yang sangat ekstrem dengan turunan dan tikungan tajam hingga 45 derajat. Kondisi ini dinilai sangat berisiko, terutama bagi kendaraan besar.

Baca Juga: Buka Muskab III Perbakin Kubu Raya, Wagub Krisantus Tekankan Peningkatan Infrastruktur dan Atlet Profesional

​"Jalan itu sudah tidak layak. Tikungannya 45 derajat dan turunan tepat di pinggir Sungai Kapuas. Jika ada kesalahan sedikit saja pada rem, kendaraan dipastikan masuk ke sungai," ujar Krisantus.

​Selain faktor alam, ia menyoroti kepadatan rumah penduduk di sepanjang jalur tersebut. Jarak antara pintu rumah warga dengan badan jalan yang sangat dekat dianggap mengancam keselamatan warga sekitar, khususnya anak-anak. Belum lagi risiko pohon tumbang yang sering menimpa kendaraan di jalur tersebut.

Dorong Pengalihan Jalur ke Pemerintah Pusat

​Mengingat status jalan tersebut adalah jalan nasional, Krisantus menyatakan akan mendorong pemerintah pusat untuk segera melakukan pengalihan jalur. Ia menyebut bahwa rintisan jalan alternatif melalui jalur atas sudah tersedia dan jauh lebih aman.

​"Kita akan dorong pemerintah pusat agar dibuat pengalihan. Kita pindahkan jalan nasional agar tidak lagi di bantaran Sungai Kapuas. Jika lewat jalur atas, saya yakin akan lebih aman sehingga kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari," tegasnya.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Trans Kalimantan Kubu Raya: Pemotor Tewas Usai Bertabrakan dengan Dump Truk

Soroti Kelayakan Armada dan Pentingnya Uji KIR

​Menanggapi isu dugaan rem blong pada armada bus DAMRI, Wagub Kalbar juga menekankan pentingnya pengawasan kelayakan kendaraan secara rutin. Ia meminta agar fasilitas jembatan timbang dan proses uji emisi serta KIR kembali difungsikan secara maksimal.

​"KIR rutin itu sangat diperlukan untuk menilai kelayakan kendaraan, baik kendaraan angkutan barang maupun umum. Jangan dianggap barang ini tidak penting," pungkas Krisantus.

​Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan bus tersebut, sembari pemerintah daerah mempersiapkan langkah koordinasi dengan pusat terkait perbaikan infrastruktur jalan di Kalimantan Barat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sudarsono Ocon

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X