SIBERKALIMANTAN.COM - Penguatan keterampilan komunikasi dan keberanian berbicara di ruang publik menjadi fokus utama dalam kegiatan “Inspiring Voices: Public Speaking Online Workshop”, sebuah workshop daring yang digelar melalui kolaborasi BAFIP IYOUTHS dan Komunitas Teman Pede.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Ramliadi, selaku Brand Ambassador Program Internasional BAFIP #5 by IYOUTHS, sebagai bentuk kontribusinya dalam menghadirkan ruang belajar yang berdampak dan relevan bagi generasi muda. Melihat masih banyak anak muda yang memiliki potensi, namun belum percaya diri dalam menyampaikan gagasan, Ramliadi menggagas workshop yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga praktik langsung.
Baca Juga: Hadirkan Hangat dan Sukacita Natal, Indosat Berbagi Kasih bagi Anak-Anak dari Komunitas Rentan
Antusiasme terhadap kegiatan ini terbilang sangat tinggi. Sejak pendaftaran dibuka, jumlah pendaftar yang ingin mengikuti workshop jauh melebihi kapasitas yang tersedia. Namun, demi menjaga efektivitas pembelajaran dan kualitas interaksi selama kegiatan, panitia membatasi kuota peserta hanya sebanyak 50 orang. Pembatasan ini dilakukan agar setiap peserta dapat memperoleh pengalaman belajar yang optimal, terutama dalam sesi praktik langsung bersama para mentor.
Dalam proses perencanaannya, Ramliadi mengajak Komunitas Teman Pede untuk berkolaborasi. Komunitas ini dipimpin oleh Amang Regi sebagai founder, yang juga merupakan rekan Ramliadi dalam berbagai kegiatan pengembangan diri anak muda. Kesamaan visi dalam mendorong keberanian dan kepercayaan diri menjadi alasan utama terjalinnya kolaborasi tersebut.
Workshop Inspiring Voices menghadirkan Nadia Wardah Mumtazah, M.Pd. sebagai main speaker, seorang influencer dan pegiat pengembangan diri nasional. Kegiatan dipandu oleh Ramliadi sebagai moderator, serta didukung oleh Heni Roisa, Co-Founder Teman Pede.
Tidak hanya itu, workshop ini juga melibatkan para mentor yang berpengalaman di bidang public speaking, personal branding, dan pengembangan diri. Para mentor tersebut antara lain Amang Regi, Syeh Nafil, Gusmia Layutsa, Muhammad Rizki, dan Karina Diah Rahmawati.
Keunggulan utama kegiatan ini terletak pada konsep sesi breakout room, di mana peserta mendapatkan kesempatan untuk praktik langsung public speaking dalam kelompok kecil bersama para mentor. Melalui sesi ini, peserta dapat menerima masukan secara langsung, berdiskusi, dan mengasah kemampuan berbicara secara lebih intensif dan aplikatif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teori public speaking, tetapi juga mampu membangun kepercayaan diri, keberanian, serta keterampilan komunikasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan akademik, organisasi, maupun profesional.
Kolaborasi antara BAFIP IYOUTHS dan Komunitas Teman Pede ini menjadi bukti bahwa sinergi antar anak muda dapat melahirkan program edukatif yang inklusif, berkualitas, dan berdampak positif bagi pengembangan kapasitas generasi muda Indonesia.
Artikel Terkait
BNN: Gabungan APH dan Interpol Berhasil Bongkar 9 Jaringan Narkoba Internasional, Salah Satunya Penyelundupan 2 Ton Sabu di Kamboja
Danantara Indonesia dan BP BUMN Lakukan Operasi Kemanusiaan Terpadu, Siapkan Relawan hingga Huntara Pascabencana
Peringati Hari Bela Negara, BUMN Tegaskan Tanggung Jawab Kebangsaan Lewat Aksi Nyata Penanganan Bencana
Simposium Negarawan IKA FH UM Pontianak Perkuat Sinergi Implementasi KUHP Nasional di Kalbar
PDM Kota Pontianak Gelar Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah di Al Maun Center
Derahman Terpilih sebagai Ketua KNPI Kubu Raya Masa Bakti 2026–2029
Syarief Abdullah Alkadrie Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Kubu Raya
FKDM Kalbar Perkuat Kewaspadaan Dini Lewat Dialog Kebangsaan, Libatkan Tokoh Adat hingga Mahasiswa
Hadirkan Hangat dan Sukacita Natal, Indosat Berbagi Kasih bagi Anak-Anak dari Komunitas Rentan
Penantian Pilu 14 Hari di Balik Timbunan Tanah: Kisah Wanita di Sibolga Akhirnya Temukan Jasad Orang Tua