Dalam sesi tanya jawab, Gus Miftah juga merasakan masa-masa ketika dirinya dihujani kritik.
Ia mengutip hadis bahwa jika Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan mengujinya.
“Manusia punya kendala, Allah punya kendali,” katanya.
Menurutnya, ujian justru membuatnya lebih banyak membantu orang lain. Ia mengaku, setelah melalui masa sulit, jumlah orang yang bisa ia berangkatkan umrah justru bertambah.
Dakwah Tanpa Batas Tempat
Kehadiran Gus Miftah di klub malam selalu memantik pro-kontra. Ada yang menilai langkah-langkah progresif tersebut, ada juga yang memperkirakan.
Baca Juga: FEBI IAIN Pontianak Perpanjang Kerja Sama dengan BEI, Perkuat Ekosistem Pasar Modal Syariah
Namun bagi Gus Miftah, dakwah tidak mencapai batas tempat.
“Kalau yang di masjid sudah rajin, lalu siapa yang datang ke tempat-tempat seperti ini?” demikianlah pesan yang kerap ia sampaikan.
Buka puasa bersama di Colosseum Jakarta kali ini menjadi simbol bahwa ruang hiburan malam pun bisa menjadi ruang refleksi spiritual — setidaknya untuk satu malam.