SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak bersiap menjalin kemitraan strategis dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat literasi dan inklusi pasar modal syariah sekaligus membangun ekosistem akademik yang terhubung langsung dengan praktik industri jasa keuangan di Kalimantan Barat.
Dekan FEBI IAIN Pontianak, Dr. Samsul Hidayat, MA, menuturkan bahwa kerja sama tersebut dirancang sebagai kemitraan jangka panjang yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan relevansi kurikulum. Ia menegaskan bahwa MoU ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah konkret untuk menghadirkan program yang berdampak langsung bagi dosen dan mahasiswa.
“Kami ingin kolaborasi ini memperkuat kompetensi pengelola laboratorium, meningkatkan kapasitas mahasiswa, dan membuka akses yang lebih luas terhadap dunia pasar modal,” ujarnya.
Salah satu agenda utama dalam kerja sama ini adalah penguatan laboratorium FEBI. Dengan dukungan BEI dan perusahaan sekuritas PT Korea Investment Sekuritas Indonesia (KISI), laboratorium akan dilengkapi dengan perangkat pembelajaran yang lebih mutakhir, akses data pasar modal, serta konten edukasi berbasis praktik.
Baca Juga: FOMDA Kalbar Soroti Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Dorong Fase Akselerasi
Melalui fasilitas tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa menganalisis laporan keuangan emiten serta membaca dinamika pergerakan pasar secara langsung.
Selain penguatan sarana, kerja sama ini juga mencakup fasilitasi sertifikasi profesi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) serta dukungan dalam penyaluran kerja lulusan. Menurut Dr. Samsul, sertifikasi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya saing alumni di sektor jasa keuangan. Lulusan FEBI diharapkan memiliki kompetensi akademik yang kuat sekaligus pengakuan profesional yang relevan dengan kebutuhan industri.
Pelaksana Harian Kepala Wilayah Kalimantan Barat BEI, Ardhy Anto, menyampaikan bahwa FEBI IAIN Pontianak dipandang memiliki potensi besar sebagai mitra strategis dalam pengembangan literasi pasar modal syariah di daerah. Ia berharap Galeri Investasi Syariah FEBI dapat berkembang menjadi pusat literasi dan edukasi keuangan syariah yang aktif dan berkelanjutan.
“Galeri Investasi Syariah bukan hanya ruang informasi, tetapi juga pusat pembelajaran, diskusi, dan pengembangan kapasitas akademik,” jelasnya.
Dalam implementasinya, BEI akan mendukung penyediaan narasumber untuk kuliah tamu, seminar, dan workshop, serta membantu penyediaan kebutuhan logistik kegiatan edukasi. Mahasiswa FEBI juga akan difasilitasi membuka rekening investasi syariah sebagai bagian dari pembentukan budaya menabung dan berinvestasi sejak dini.
KISI sebagai mitra Galeri Investasi Syariah turut memberikan dukungan berupa saldo awal bagi pembukaan rekening investasi serta dukungan dana operasional berbasis target jumlah pembukaan akun. Branch Manager KISI Kalimantan Barat, Edy Budianto, menegaskan bahwa dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif mahasiswa dan mengoptimalkan fungsi galeri sebagai pusat literasi pasar modal di lingkungan kampus.
Kerja sama ini juga mencakup penyediaan literatur pasar modal, materi edukasi promosi, serta dukungan sarana visual seperti papan nama galeri dan neon box identitas. Dari sisi akademik, BEI akan berkontribusi dalam mendukung proses akreditasi serta penyusunan dan penyelarasan kurikulum agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri jasa keuangan.
Aspek strategis lainnya adalah akses terhadap pusat data pasar modal dan jejaring The Indonesia Capital Market Institute (TICMI). Akses ini membuka peluang riset berbasis data industri bagi dosen dan mahasiswa, terutama dalam pengembangan kajian pasar modal dan keuangan syariah.
Terkait peningkatan kapasitas mahasiswa, tersedia dua skema magang. Pertama, program magang yang dipersyaratkan langsung oleh BEI dengan kuota terbatas dan disertai uang saku. Kedua, Program GI BEI Learning Academy, yaitu pelatihan berjenjang yang memberikan pemahaman komprehensif mengenai industri jasa keuangan, mulai dari pasar modal, pasar uang, asuransi, hingga lembaga keuangan lainnya.
Artikel Terkait
20 Mahasiswa UMY Tuntaskan KKN di Pontianak, PWM Kalbar Harap Pengabdian Berlanjut ke Daerah Lain
LPDP Beberkan Riwayat Studi DS usai Viral Postingan ‘Cukup Saya WNI, Anak Jangan’ di Jagat Medsos
Semarak Ramadan 1447 H, Aisyiyah Kubu Raya Berbagi Pakaian Layak Pakai untuk Warga
Bawaslu Kalbar Gandeng Kanwil Kemenag Perluas Edukasi Pengawasan Demokrasi
Ramadan Penuh Kebersamaan, Festival Mancing Kubu Raya Satukan Warga Jelang Berbuka
Sujiwo Tekankan Kedekatan Emosional Pemerintah dan Masyarakat Saat Safari Ramadan di Parit Baru
Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam KM Dharma Ferry II
Kapolres Kubu Raya Klarifikasi Kasus Viral “Kakek Jadi Tersangka”: Proses Hukum Sudah Sesuai Prosedur dan Diuji Praperadilan
Ribuan Warga Sumenep Booking Tempat Tarawih Sejak Siang, Ternyata Ada Tradisi Tahunan Bagi-bagi Amplop Rp300 Ribu
FOMDA Kalbar Soroti Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Dorong Fase Akselerasi