SIBERKALIMANTAN.COM, KETAPANG — Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban tenggelam atas nama Ahmad Khoirudin, ABK KM Dharma Ferry II yang dilaporkan jatuh ke Sungai Delta Pawan, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada hari ketiga pencarian, Selasa 23 Februari 2026.
Korban diketahui tenggelam pada Sabtu, 21 Februari 2026 sore sekitar pukul 17.56 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, saat ditemui di Kantor SAR Pontianak, Selasa (24/2/2026), menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan laporan yang diterima pihaknya.
Menurutnya, pada 21 Februari 2026 pukul 17.56 WIB, korban berada di bagian bawah kapal dekat pintu sebelah kiri. Tak lama kemudian, korban terlihat sudah berada di permukaan air sungai dan berusaha menggapai tali yang menjuntai di lambung kapal. Namun upaya tersebut gagal hingga korban hanyut terbawa arus.
Baca Juga: Sujiwo Tekankan Kedekatan Emosional Pemerintah dan Masyarakat Saat Safari Ramadan di Parit Baru
“ABK yang melihat kejadian tersebut langsung berusaha memberikan pertolongan dengan melemparkan life buoy, namun tidak terjangkau oleh korban,” jelasnya.
Pihak KM Dharma Ferry kemudian menurunkan sekoci untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Namun upaya awal tersebut belum membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan yang menerima laporan segera melakukan operasi pencarian sejak hari pertama dengan menyisir area sungai menggunakan perahu karet serta melakukan pemantauan dari darat. Hingga akhirnya, pada hari ketiga pencarian, korban ditemukan mengapung di atas permukaan air.
Baca Juga: Ramadan Penuh Kebersamaan, Festival Mancing Kubu Raya Satukan Warga Jelang Berbuka
Korban ditemukan sekitar 0,8 nautical mile (NM) atau kurang lebih 1,5 kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian awal. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.
I Made Junetra mengimbau kepada seluruh pengguna jasa transportasi air dan ABK Kapal agar selalu berhati-hati dan mematuhi prosedur keselamatan selama berada di atas kapal.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengingatkan agar selalu menggunakan alat keselamatan dan waspada terhadap kondisi sekitar, terutama saat berada di area terbuka kapal,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Bupati Kubu Raya Sujiwo Gelar Buka Puasa Bersama Forkopimda, Perkuat Sinergi Antar Lembaga
Ketua RT di Banjarnegara Diduga Bertahun-tahun Rekam Tetangganya Mandi, Anak Korban Sebut Laporan Polisi Tak Ada Kejelasan: Harus Viralkan Kasus Ini
Fenomena Lubang Raksasa di Aceh Tengah: Jalan Alternatif Warga Sudah Ditutup hingga BRIN yang Menolak Menyebut Sebagai Sinkhole
3 Bulan Pascabanjir, Warga Desa Sulum di Aceh Tamiang Masih Bertahan dengan Air Sungai yang Keruh untuk Kebutuhan Sehari-hari
20 Mahasiswa UMY Tuntaskan KKN di Pontianak, PWM Kalbar Harap Pengabdian Berlanjut ke Daerah Lain
LPDP Beberkan Riwayat Studi DS usai Viral Postingan ‘Cukup Saya WNI, Anak Jangan’ di Jagat Medsos
Semarak Ramadan 1447 H, Aisyiyah Kubu Raya Berbagi Pakaian Layak Pakai untuk Warga
Bawaslu Kalbar Gandeng Kanwil Kemenag Perluas Edukasi Pengawasan Demokrasi
Ramadan Penuh Kebersamaan, Festival Mancing Kubu Raya Satukan Warga Jelang Berbuka
Sujiwo Tekankan Kedekatan Emosional Pemerintah dan Masyarakat Saat Safari Ramadan di Parit Baru