"Kami pun tidur di tempat yang tidak layak, yang penting butuh kain untuk menghangatkan badan," ujar sang ibu.
Di sekitarnya, hanya puing-puing bangunan yang tersisa akibat terjangan banjir bandang.
Selain itu, sang ibu mengeluhkan sang anak yang pergi jauh dengan akses yang terjal hanya untuk mencari bantuan makanan.
Hal tersebut, membuat sang ibu merasa khawatir dengan keselamatan anaknya.
"Makan dan lainnya tidak usah, anak saya mencari jauh-jauh, kasihan," tandasnya.*
Artikel Terkait
Gubernur Aceh Akui Tim yang Didatangkan dari China Belum Bisa Temukan Mayat Korban Banjir dengan Maksimal
3 Mantan Bos di BTN Tangsel Didakwa Korupsi KUR Fiktif: Pencairan Kredit Tak Pernah Diterima Debitur, Dipakai Judol
3 Jam Jalan Kaki dan Lewati Jalur Bekas Longsoran, Warga Bener Meriah Cari Bantuan Logistik hingga BBM
Apresiasi Masyarakat saat Mengawal Penyebab Banjir Sumatera, Novel Baswedan: Laporkan Praktik Jahat yang Merusak Lingkungan
Indodana PayLater Hadir di Seluruh Gerai KFC Indonesia untuk Tingkatkan Kenyamanan dan Akses Pembayaran Digital Pelanggan
Tim SAR Gabungan Temukan Korban 800 Meter dari Lokasi Awal
Curhat Warga Aceh Melihat Truk Sawit Melintas di Jalanan: Rumah Kami Berlumpur, Bisnis Kalian Tetap Jalan
Pecah Tangis Korban Banjir Bandang di Aceh Tamiang saat Nikmati Hidangan Mewah dari Influencer: 2 Minggu Baru Makan Daging
Viral Kontur Jalan Berbahaya di Aceh Tamiang, Lihat Lagi Janji Menko AHY Perbaiki Fasum yang Hancur Diterjang Banjir Bandang
Resmi Dilantik Jadi Kepala BNNP Aceh, Kombes Pol Dedy Tabrani Punya Prestasi Mentereng di Instansi Kepolisian