Dalam momen tersebut, Suharyanto mengklaim bahwa dampak di lapangan berbeda dengan apa yang banyak terlihat di media sosial.
“Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial, tetapi begitu kami tiba langsung di lokasi, banyak daerah yang sudah tidak hujan. Yang paling serius memang Tapanuli Tengah, tetapi wilayah lain relatif membaik,” kata Suharyanto saat itu.
Pernyataan tersebut lantas ditarik dan permintaan maaf pun dilakukan karena telah meremehkan dampak banjir.
“Nah, Tapsel ini saya surprise begitu ya, saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati,” kata Suharyanto saat mengunjungi Tapanuli Selatan, Sumatera Utara yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah pada 30 Desember 2025.
*
Artikel Terkait
PRIMARAYA Gelar Sosialisasi Anti Narkoba dan Wawasan Kebangsaan di SMA Negeri 2 Rasau Jaya
Kongres I FOMDA Kalbar Resmi Digelar, Dorong Persatuan Mahasiswa Daerah untuk Majukan Kalimantan Barat
Program KREASI Raih Piagam Penghargaan Mitra Strategis Pendidikan Kalimantan Barat 2025
Mahasiswa UM Pontianak Raih Prestasi Internasional di Business Plan Competition Singapura–Malaysia
Puncak Milad Ke-113 Muhammadiyah Kalbar Dirangkaikan Penyerahan RS Bersalin Jeumpa Pontianak
Jaga Eksistensi Keterbukaan Informasi, Bawaslu Kalbar Raih Penghargaan Informatif Tujuh Kali Berturut-turut
Refleksi dan Evaluasi Implementasi Program KREASI Kabupaten Ketapang Tahun 2025
Iming-Iming Promo Paket Pernikahan hingga Bulan Madu dalam Kasus Penipuan WO Ayu Puspita, Catin Justru Merugi di Hari Bahagia
PLN Energize Daya 197.000 VA untuk Dukung Operasional Yonif TP 833/Bumi Daranante
Air Mata Relawan Menetes, Permintaan 2 Selimut Bocah Korban Banjir Aceh: Satu untuk Mamak