“Di depan rumah dadah-dadahan, karena kapalnya belum siap, 10 hari penuh diinapkan di hotel dan mulai masuk kapal tanggal 14 Mei 2026,” ucap Hotman Paris.
Kata Hotman, perbedaan dengan kontrak muncul saat Fandi dijemput untuk masuk ke kapal Sea Dragon.
“Dibawa ke tengah laut, 3 hari kemudian pada 18 Mei datang kapal nelayan yang membongkar 67 kardus dan diperintahkan kapten semua estafet memasukkan ke kapal,” ucap Hotman.
Fandi Sudah Bertanya soal Isi Muatan
Lebih lanjut, kata Hotman Paris, Fandi sudah bertanya pada kapten kapal mengenai isi kardus yang dilangsir masuk ke dalam kapal.
“Anak ibu ini bolak-balik nanya dan diakui oleh kapten, si kapten ngaku itu adalah uang dan emas. Kapal ini harusnya menuju ke Filipina, tapi lewat Indonesia ditangkap BNN dan Bea Cukai di Pelabuhan Karimun,” paparnya.
“Di situ duka cita itu dimulai dan di persidangan, si kapten mengakui anak ini nanya berkali-kali apa isinya. Nah, yang jadi masalah kok bisa dituntut hukuman mati, dia baru melamar, baru 3 hari naik kapal sebagai pengangguran masuk kerja,” tukasnya.
*
Artikel Terkait
Viral Kawanan Gajah Liar Masuk ke Area Mess Karyawan di Riau, Robohkan Tembok hingga Rusak 3 Unit Motor
Viral Seplastik Makanan Dioper untuk Berbuka Puasa saat Terjebak Macet di Jakbar, Warganet: Ini Gambaran Orang Indonesia yang Saling Berbagi
Ramadan Penuh Kebersamaan, Wakapolres Kubu Raya Rangkul Organisasi Mahasiswa Berbagi Takjil untuk Pengguna Jalan
Viral Warga Mantrijeron Yogyakarta Lumpuhkan Maling Tabung Gas Melon dengan Stik Golf, Netizen: Ditungguin Sampai Ngambil Buat Bukti
Respons Menkeu Purbaya soal Konten Viral Alumni LPDP, dari Pengembalian Dana Beasiswa hingga Blacklist Kerja di Pemerintahan
Viral Kecelakaan 2 Bus TransJakarta Adu Banteng di Jaksel, 24 Orang Jadi Korban
Awal Mula Viral 'Cukup Aku WNI, Anak Jangan' yang Kini Bikin Menkeu Purbaya Ancam Blacklist sang Awardee LPDP
Bangga! Indonesia Punya Sahabat-AI, Platform AI Berbasis Aplikasi yang Paling Ngerti, Paling Indonesia
Setelah Jadi Tersangka Kasus Asusila terhadap Anak di NTT, Piche Kota: Saya Kini Bersuara untuk Keadilan
Kisah Dokter Spesialis Alumni LPDP di Jateng yang Disayang Pasien hingga Tuai Reaksi Positif Warganet di Medsos