Kalbar Menggugat Jilid 3: Mahasiswa Geruduk DPRD, Tuntut Percepatan Pembangunan Hingga Transparansi Publik

photo author
Samsul Cah, Siber Kalimantan
- Kamis, 27 November 2025 | 22:27 WIB
Aksi di Gedung DPRD Kalimantan Barat, 26 November 2025 (Ist)
Aksi di Gedung DPRD Kalimantan Barat, 26 November 2025 (Ist)

SIBERKALIMANTAN.COM, PONTIANAK — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI, BEM Seka Kalbar, serta Federasi Organisasi Mahasiswa Daerah Kalimantan Barat kembali turun ke jalan dalam aksi demonstrasi “Kalbar Menggugat” Jilid 3 pada Rabu 26 November 2025.

Aksi lanjutan ini digelar untuk menekan pemerintah agar menindaklanjuti tuntutan yang dinilai belum mendapatkan respons memadai sejak dua gelombang sebelumnya.

Sejak pukul 15.00 WIB, massa mulai berkumpul di Bundaran Digulis Pontianak. Dengan membawa spanduk, poster, dan peralatan orasi, mereka berjalan kaki menuju Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat.

Baca Juga: Bonus Atlet di Kejuaraan Belum Diputuskan, Menpora: Mesti Konsultasi dengan Kemenkeu

Sepanjang perjalanan, mahasiswa menyerukan berbagai isu strategis daerah yang menurut mereka harus segera ditangani pemerintah.

Adapun empat tuntutan utama yang kembali mereka gaungkan meliputi percepatan pembangunan infrastruktur di Kalbar, penyelesaian pembahasan KUHAP, pengesahan RUU Perampasan Aset, serta penguatan pelaksanaan UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Tuntutan tersebut dianggap menjadi fondasi penting untuk menjawab berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat saat ini.

Setibanya di Gedung DPRD Kalbar, suasana sempat memanas. Massa berusaha masuk ke ruang sidang paripurna untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, namun petugas keamanan tidak serta-merta memberikan izin.

Baca Juga: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pontianak Gelar LATDAS SAR Angkatan CXXI Tahun 2025

Aksi dorong pun tak terhindarkan, membuat situasi semakin tegang. Sebagai bentuk protes, beberapa peserta aksi bahkan membakar ban di halaman depan gedung DPRD.

Ketegangan mereda setelah proses negosiasi dilakukan. Perwakilan mahasiswa akhirnya diperbolehkan masuk ke ruang paripurna untuk bertemu Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, serta sejumlah pejabat OPD terkait.

Baca Juga: Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pontianak Gelar LATDAS SAR Angkatan CXXI Tahun 2025

Dalam forum dialog tersebut, mahasiswa dari berbagai daerah menyampaikan keluhan mengenai lambannya pembangunan infrastruktur, ketimpangan layanan kesehatan, permasalahan pendidikan, hingga isu-isu daerah lainnya yang dianggap belum ditangani secara serius.

Koordinator lapangan aksi, Syarif Falmu, menegaskan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti pada Jilid 3 saja.

“Kami akan terus mengawal aspirasi ini sampai seluruh tuntutan terpenuhi. Jika pemerintah tidak menunjukkan progres yang jelas, aksi Jilid 4 tidak bisa dihindari,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Samsul Cah

Tags

Rekomendasi

Terkini

X